Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Archive for the ‘Dakwah’ Category

Argumentasi Qur’an Only

Posted by Ahmad Farisi on 11 December 2015

pohonSebagai suatu paham atau aliran, Qur’an Only ( ingkar as-sunnah) klasik ataupun modern memiliki argument-argumen yang dijadikan landasan mereka. Tanpa argument-argumen itu, pemikiran mereka tidak berpengaruh apa-apa. Argument mereka antara lain :

1. Agama bersifat konkrit dan pasti. Mereka berpendapat bahwa agama harus dilandaskan pada hal yang pasti. Apabila kita mengambil dan memakai hadits, berarti landasan agama itu tidak pasti. Al-quran yang kita jadikan landasan agama itu bersifat pasti. Sementara apabila agama islam itu bersumber dari hadits , ia tidak akan memiliki kepastian karena hadits itu bersifat dhanni (dugaan), dan tidak sampai pada peringkat pasti.

2. Al-Quran sudah lengkap.
Jika kita berpendapat bahwa al-quran masih memerlukan penjelasan, berarti kita secara jelas mendustakan al-quran dan kedudukan al-quran yang membahas segala hal dengan tuntas. Oleh karena itu, dalam syariat Allah tidak mungkin diambil pegangan lain, kecuali al-quran.

BANTAHAN:
Ternyata argumen yang dijadikan sebagai dasar pijakan bagi para pengingkar sunnah memiliki banyak kelemahan. Dan kalau kita mau mempelajari Al Qur’an secara mendalam dan komprehensif, maka kita akan mudah menemukan kelemahan argumentasi mereka dan sangat mudah membantahnya. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Aqidah, Dakwah | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Jurus Mabok

Posted by Ahmad Farisi on 9 December 2015

jurus mabok– Seorang Pendekar, seusai menciptakan “Kitab Shaolin” ia mengutus orang kepercayaanya, Bro Le untuk mengajarkan shaolin ke sebuah negeri.

– “Bro… saya melihat ilmu kamu sudah mumpuni, ajarkan kitab ini di negeri Lembah Madu. Siapa yang mengikutimu, beri gelar mereka dengan”mushalin” kata Pendekar itu sambil menyerahkan kitab shaolin kepada Bro Le.

– Bro Le pun pergi ke negeri Lembah Madu. Setiap hari pengikutnya semakin bertambah. Para mushalin sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang mas Bro ajarkan serta mendengarkan petuah-petuah dan nasehat bijak darinya. Sehingga setiap gerakan jurus mempunyai makna yang dalam.

– Setiap Jum’at pagi, para mushalin mempraktekkan “jurus bunga” yang telah mereka hapal secara serempak dan sangat rapi. Indah sekali dilihatnya.

– Setelah mengajarkan semua isi kitab shaolin di Negeri Lembah Madu, dari mulai jurus bunga, jurus katak hingga jurus harimau, tidak lama kemudian Mas Bro pun akhirnya wafat di negeri itu.

– Hingga suatu hari, muncullah sekelompok orang yang dengan congkaknya merasa telah mampu menguasai kitab shaolin tanpa perantara guru. Bahkan mereka sering mencemooh para master sebagai orang yang tidak mau menggunakan akalnya.

– Mereka membuka lembaran demi lembaran kitab shaolin dan membacanya serta memahaminya sendiri. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Aqidah, Dakwah | Tagged: , | Leave a Comment »

Polemik Shalat Tiga Waktu

Posted by Ahmad Farisi on 3 October 2015

RAMADHAN KAREEEMYang perlu kita ingat selalu, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa memaksakan orang lain harus sama dengan apa yang kita yakini, begitupun sebaliknya.

Mengenai polemik shalat tiga waktu, kalau boleh saya katakan, “Klasik yo ora, tapi nek dianggap anyar, kok yo klasik”heheโ€ฆ ๐Ÿ˜€

Maksud saya, polemik ini tidak dianggap klasik karena tidak ada sejarahnya bahwa ada seorang muslim yang menolak shalat 5 waktu, sejak zaman Rasul, sahabat hingga generasi tabiut tabi’iin. Namun juga bukan dianggap baru, karena polemik seperti ini sudah cukup lama muncul.

Kemudian dari permasalahan shalat tiga waktu tersebut, selanjutnya mengerucut lagi menjadi pembatasan bilangan shalat, yaitu hanya 3X saja dalam sehari semalam, yang terdiri dari 1. Shalat Fajr, 2. Shalat Isya dan 3. Shalat Wustha, ย berdasarkan beberapa dalil Al Qur’an.

Berikut adalah dalil-dalil untuk shalat 3 kali berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an:

  1. (QS. An-Nur: 58)

ย “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) Yaitu: sebelum shalat fajr, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

  1. (QS. Huud: 114)

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”

  1. (QS al-Baqarah: 238)

Jagalah shalat-shalat tersebut dan salat al-wustha (Pertengahan).”

Menurut pendukung shalat tiga kali, bahwa shalat yang benar berdasarkan Al Qur’an adalah tiga kali saja yaitu Shalat Fajr, Shalat Isya dan Shalat Wustha. Meskipun ada nama-nama lain yang umum digunakan untuk shalat seperti Dzuhur yang berarti tengah hari, Ashr yang berarti masa/waktu dan Maghrib yang berarti Barat tercantum di dalam Al Qur’an, namun tidak satupun dari nama-nama tersebut yang berhubungan dengan shalat ataupun dengan waktu shalat.

Mari sekarang kita mengkaji Al Qur’an. Benarkan Al Qur’an telah membatasi shalat hanya pada tiga waktu dan tiga kali saja dalam sehari semalam?

Dalil Pertama:

Coba kita cermati QS. An-Nur: 58 yang sering dijadikan dalil untuk mebatasi shalat hanya 3X saja.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ู„ููŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบููˆุง ุงู„ู’ุญูู„ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุญููŠู†ูŽ ุชูŽุถูŽุนููˆู†ูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู‡ููŠุฑูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุซูŽู„ูŽุงุซู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฌูู†ูŽุงุญูŒ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุทูŽูˆู‘ูŽุงูููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูุจูŽูŠู‘ูู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุขูŽูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุญูŽูƒููŠู…ูŒย  (ุณูˆุฑุฉ ุงู„ู†ูˆุฑ: 58)

” “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) Yaitu: sebelum shalat fajr, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur: 58)

Pendukung shalat 3X yang sering menyebut dirinya Qur’anist ternyata telah keliru memahami QS. An-Nur: 58. Ayat di atas sama sekali tidak sedang membatasi nama-nama shalat, akan tetapi sedang menjelaskan 3 waktu aurat, yaitu waktu dimana seorang budak dan anak yang sudah baligh diperintahkan untuk meminta izin jika hendak memasuki kamar pribadi seseorang.

Dan inilah ketiga waktu yang Allah perintahkan agar kita memerintahkan anak-anak kecil untuk izin terlebih dahulu jika hendak memasuki kamar pribadi orang tuanya. Karena ini merupakan waktu-waktu seorang hanya berpakaian seadanya dan waktu berganti pakaian.

Adapun penyebutan kata shalat, seperti:

ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

Sebelum shalat Fajr

Dan

ูˆูŽู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู

Setelah shalat Isya

Bukanlah merupakan pembatasan nama-nama shalat. Akan tetapi terkait dengan nama waktu. Dimana pada zaman itu belum ada jam tangan atau jam dinding yang digunakan sebagai patokan waktu saat orang membuat janji, seperti “nanti kita ketemuan di rumah si A pkl 20:00 atau pukul 11.00” akan tetapi yang biasa dilakukan saat orang membuat janji pada waktu itu akan menggunakan patokan waktu shalat, seperti: “nanti kita ketemuan di rumah si A ba’da shalat Isya atau sebelum shalat dzuhur” Kebiasaan seperti inipun hingga sekarang masih dilakukan walaupun setelah adanya jam yang dijadikan patokan waktu.

Dalil Kedua:

ูˆูŽุฃูŽู‚ูู…ู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉูŽ ุทูŽุฑูŽูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุฒูู„ูŽูุงู‹ ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ูŠูุฐู’ู‡ูุจู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฐููƒู’ุฑูŽู‰ ู„ูู„ุฐู‘ูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS. Huud: 114)

  1. Huud:114 ini juga sering dijadikan dalil oleh sebagian orang yang mengaku Qur’anits untuk mendukung ideologinya bahwa shalat hanya terbatas pada tiga waktu dan tiga kali saja.

Pada ayat di atas disebut kedua tepi siang dan bahagian permulaan malam. Menurut mereka, yang dimaksud kedua tepi siang adalah Fajr sebagai tepi pertama dan Maghrib sebagai tepi kedua.

Namun menurut yang lain, bahwa yang dimaksud kedua tepi siang adalah Farj dan Ashr. Ashr merupakan tepi siang ke dua, sedangkan Maghrib sebagai permulaan malam. Karena permulaan malam ditandai dengan terbenamnya matahari, yang mana terjadi pada waktu Maghrib. Maghrib itu sendiri berasal dari kata ghoroba yang berarti terbenam. Kemudian Maghrib juga bermakna Barat, karena tempat terbenamnya matahari itu berada disebelah barat. Begitu juga kata masyriq yang berarti tempat munculnya matahari juga dijadikan nama arah, yaitu Timur.

Dalil Ketiga:

ุญูŽุงููุธููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ูˆูุณู’ุทูŽู‰ูฐ

Jagalah shalat-shalat tersebut dan salat al-wustha (pertengahan)” (QS al-Baqarah: 238).

Kataย shalawatย (shalat-shalat) pada ayat di atas berbentuk plural yang dalam bahasa Arab berjumlah tiga atau lebih. Kemudian ia ditambah dengan shalat wusthoย (shalat pertengahan). Jadi kalau mencermati ayat di atas berarti Allah paling tidak menyuruh untuk menjaga minimal empat shalat. Yaitu 3 shalat atau lebih (shalat-shalat) dan 1 shalat wustha. 3+1=4

Saya kasih contoh kaedah bahasa Arab:

ูƒุชุงุจ=(mufrod) satu kitab

ูƒุชุงุจุงู†= (mutsana) dua kitab

ูƒุชุจ= plural) tiga kitab atau lebih)

Contoh satu lagi:

ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู=(murfod) satu shalat

ุตู„ุงุชุงู†= mutsana) dua shalat)

ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู= (plural) tiga shalat atau lebih

Kemudian kata wustha atau pertengahan itu sendiri tidak dijelaskan di dalam Al Qur’an, apakah itu pertengahan waktu atau pertengahan shalat. Namun kata pertengahan menunjukkan posisinya berada di tengah. Jika ia merupakan pertengahan shalat, dan jika hanya ada empat shalat, maka tidak ada yang ditengah. Sehingga agar ada yang peris di tengah berarti minimal jumlahnya lima. Dari sini saja dapat diketahui kelemahan logika mereka yang mengatakan bahwa shalat hanya dua waktu, tiga waktu dan seterusnya. Ini secara logika sesuai dengan tata bahasa Arab yang ada.

Namun jika yang dimaksud pertengahan (wustha) itu berkaitan dengan waktu, mereka juga masih terus berselisih tentang kapan waktu didirikannya shalat wustha?

Sebagian mereka menganggap bahwa waktu shalat wushta adalah Maghrib, namun sebagian yang lain menganggap pertengahan malam, dzuhur dan ada juga yang menganggap bahwa shalat wustha adalah pada waktu ashar.

Jika melihat perselisihan mereka seperti itu, maka sebenarnya waktu-waktu shalat yang 5 sudah disebutkan semuanya, mulai dari Fajr, Dzuhur, Ashr, Maghrib dan Isya.

Kemudian sekarang mari kita lihat dalil waktu shalat yang lain. Allah berfirman:

ุฃูŽู‚ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูุฏูู„ููˆูƒู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุฅูู„ูŽู‰ ุบูŽุณูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽู‚ูุฑู’ุกูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุฅูู†ู‘ูŽ ู‚ูุฑู’ุกูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุดู’ู‡ููˆุฏู‹ุง

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan Qur`anal fajri. Sesungguhnya Qur`anal fajri itu disaksikan” (QS. Al-Isra`: 78)

Makna Lid-Duluk As Syams adalah setelah tergelincir matahari. Yang mana ia adalah waktu dzuhur dan ashr. Namun ada sebagian yang berpendapat bahwa makna duluk itu dari tergelincir matahari pada waktu dzuhur hingga waktu Maghrib. Dan makna ila ghasaqil lail adalah sampai gelap malam. Jadi pelaksanaan shalat dimulai dari tergelincirnya matahari pada siang hari hingga gelap malam dan juga waktu fajr.

Ayat tersebut di atas bukanlah pembatasan untuk 3 waktu shalat saja, melainkan menjelaskan waktu shalat yang dimulai dari setelah tergelincirnya matahari hingga gelap malam. Dan dari antara tergelincirnya matahari hingga gelap malam, seseorang bisa melakukan 1, 2 atau 3 shalat. Tidak ada yang membatasi.

Demikianlah yang saya pahami dari dalil Al Qur’an mengenai waktu-waktu shalat. Ada satu catatan yang paling mendasar yang ingin saya sampaikan adalah “sepandai-pandainya kita membaca dan atau menafsirkan ayat-ayat Al Qurโ€™an, sudah barang tentu pemahaman kita masih jauh dibawah penafsiran Nabi Muhammad saw”

Wallahu a’lam bis shawaabโ€ฆ

Posted in Analisa, Dakwah | Tagged: , , | 1 Comment »

Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Cara Mengqadhanya

Posted by Ahmad Farisi on 24 July 2012

Ditulis oleh: Ahmad Farisi bin Suwariyo Lc

Awali,19 Juli 2012

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman dan kesehatan, yang dengannya kita masih bisa bertasbih dan menjumpai bulan yang mulia ini. Selawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, penutup para nabi dan teladan umat manusia sepanjang masa, Muhammad bin Abdullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Allah Azza wa Jallah berfirman:

ูŠุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.ย ย [QS Al Baqarah:183]

Sekarang kita telah memasuki Bulan Suci Ramadhan, bulan dimana di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu juga pahala amal kebaikan dilipatgandakan, doa-doa dikabulkan dan taubat para pendosa yang memohon ampunan segera diampunkan. Subhanallah… Alangkah indahnya bila kita bisa memanfaatkan momentum yang mulia ini dengan menyibukkan diri mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, mengisi rekening akhirat kita dengan amal-amal shalih. Sungguh beruntungnya orang-orang yang bisa memanfaatkan kesempatan emas ini untuk beribadah seperti memperbanyak tilawah Al Qurโ€™an, memberi buka puasa orang-orang yang kurang mampu, shalat berjamaah lima waktu di masjid dan beriโ€™tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Dan amalan yang paling utama pada bulan ini adalah berpuasa. Namun sudahkah kita tau apa itu pengertian puasa, bagaimana tata cara puasa dan apa saja hal-hal yang membatalkan puasa? Mari kita sama-sama mempelajarinyaโ€ฆ

Definisi Puasa:

Definisi puasa atau shaum secara etimologi adalah imsak/menahan.ย  Karena ketika sedang puasa kita menahan dari makan minum dan nafsu. Sedangkan definisi puasa secara terminologi atau syariโ€™at islam adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak Fajar / adzan Subuh hingga terbenam matahari / adzan Maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Tata Cara Puasa:
Tata cara puasa adalah seperti pada pengertian puasa secara syariโ€™at islam, yaitu menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa dari sejak Fajar tiba atau adzan Subuh hingga terbenam matahari atau adzan Maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Ketika kita bangun malam, kita niat puasa terlebih dahulu di dalam hati kemudian makan sahur, karena di dalam makan sahur terdapat keberkatan. Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu makan sahur hingga menjelang fajar bila hal itu memungkinkan. Setelah muncul fajar, yang biasanya ditandai dengan adzan subuh maka kita sudah tidak boleh lagi makan dan minum serta melakukanย  hal-hal yang dapat membatalkan puasa, hingga terbenam matahari yang biasanya ditandai dengan adzan Maghrib. Ketika matahari sudah terbenam, kita disunnahkan untuk segera berbuka puasa.

ย Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Cara Mengqadhanya:

ย 1.ย ย ย ย ย ย Makan dan Mimum dengan Sengaja:ย 
ย Makan dan minum atau menghisap sesuatu dengan sengaja adalah termasuk salah satu yang membatalkan puasa, meskipipun yang dikonsumsi adalah barang yang berbahaya seperti narkoba, rokok, minuman keras dan lain-lain. Danย termasuk kategori makanan adalah infus, yaitu suntikan yang mengandung zat-zat makanan yang berfungsi sebagai pengganti makanan untuk menguatkan tubuh.

Dalilnya:
Allah swt berfirman:

ย ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽุชูู…ูู‘ูˆุง ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู

ย โ€œDan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlahย puasaย itu sampai (datang) malam.โ€ (QS. Al Baqarah: 187). Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Islam | Tagged: , , , | 4 Comments »

Hal-Hal Yang Membatalkan Wudhu

Posted by Ahmad Farisi on 19 July 2011

1. Keluar Darah Banyak: ada perbedaan pendapat di antara ahli ilmu mengenai keluarnya darah, apakah membataklan wudhu atau tidak. Diantara mereka ada yang berpendapat membatalkan wudhu dan sebagian yang lain berpendapat tidak membatalkan wudhu. Jadi sebaiknya demi untuk kehati-hatian dan keluar dari perselisihan, apabila seorang Muslim keluar darah banyak, hendaklah ia berwudhu. Akan tetapi kalau keluarnya hanya sedikit, seperti mimisan, keluar darah dari gusi, dari bibir, dan keluar darah dari luka ringan, ย maka tidak membatalkan wudhu. Keluarnya darah yang sedikit dapat dimaafkan.

2. Tidur Nyenyak:salah satu yang membatalkan wudhu adalah tidur, hal ini berdasarkan hadits shahih, hadits dari shofwan bin โ€˜Assal ra:

ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ูŠุฃู…ุฑู†ุง ุฃู† ู†ู…ุณุญ ุนู„ูŠ ุฎูุงูู†ุงุŒ ูˆู„ุง ู†ู†ุฒุน ุฎูุงูู†ุง ุฅู„ุง ู…ู† ุฌู†ุงุจุฉุŒ ูˆู„ูƒู† ู…ู† ุบุงุฆุท ูˆ ุจูˆู„ ูˆ ู†ูˆู… (ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุงู„ู†ุณุงุก ูˆ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡)

โ€œ Rasulullah SAW menyuruh kami untuk mengusap khuf (kaus kaki dari kulit), dan tidak melepaskannya ketika kami habis dari buang air besar, kencing dan tidur, kecuali apabila kami junubโ€. ย [HR: Tirmidzi di dalam kitab Thaharah, bab โ€œmengusap khufain bagi musafir dan mukimโ€ no 96. Nasaโ€™i dalam kitab Thaharah, bab โ€œwudhu dari buang air besar dan kecilโ€ no 158. Ibnu Majah kitab Thaharah dan sunnah-sunnahnya, bab โ€œwudhu dari tidurโ€ no 478.] Maksudnya apabila hanya sekedar buang air besar, kencing dan tidur, maka ia hanya berwudhu dan mengusap khuf yang ia kenakan dan tidak wajib melepasnya. Kecuali apabila orang tersebut junub, maka ia harus melepas khuf dan mandi junub. Rasulullah SAW juga bersabda: Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Dakwah, Islam | 41 Comments »

TUNTUNAN WUDHU RASULULLAH SAW

Posted by Ahmad Farisi on 4 June 2011

Risalah Wudhu….

Oleh: Akhukum Fillah, Abu Abdillah Faris (Ahmad Farisi)

Segala puji hanya bagi Allah SWT. Dialah yang Maha Suci dan menyuruh hamba-Nya untuk bersuci dari hadats. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita Nabi Agung, Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia mengamalkan sunnahnya hingga ajal menjemput. Amma Baโ€™du. Allah SWT mensyariโ€™atkan wudhu atau bersuci dari hadats sebagai syarat sahnya beberapa ibadah, seperti shalat dan thawaf. Pada asalnya wudhu disyariโ€™atkan bersamaan dengan shalat. Yang mana perintah untuk berwudhu ini pada dasarnya diperintahkan kepada seseorang apabila ia hendak melaksanakan shalat. Allah SWT berfirman: [QS Al Maidah: 6]

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู…ู’ุชูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉู ููŽุงุบู’ุณูู„ููˆุง ูˆูุฌููˆู‡ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูŠู’ุฏููŠูŽูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฑูŽุงููู‚ู ูˆูŽุงู…ู’ุณูŽุญููˆุง ุจูุฑูุกููˆุณููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌูู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฌูู†ูุจุงู‹ ููŽุงุทูŽู‘ู‡ูŽู‘ุฑููˆุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุบูŽุงุฆูุทู ุฃูŽูˆู’ ู„ุงู…ูŽุณู’ุชูู…ู’ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฌูุฏููˆุง ู…ูŽุงุกู‹ ููŽุชูŽูŠูŽู…ูŽู‘ู…ููˆุง ุตูŽุนููŠุฏุงู‹ ุทูŽูŠูู‘ุจุงู‹ ููŽุงู…ู’ุณูŽุญููˆุง ุจููˆูุฌููˆู‡ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูŠู’ุฏููŠูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ููŠูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูุฑููŠุฏู ู„ููŠูุทูŽู‡ูู‘ุฑูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ููŠูุชูู…ูŽู‘ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.[QS Al Maidah: 6]

Rasulullah SAW bersabda:

ู„ุง ุชูู‚ู’ุจูŽู„ู ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุทูŽู‡ููˆุฑ

Tidaklah diterima ibadah shalat kecuali dalam keadaan suci.

Shalat bagi muslim adalah wajib dan fardhu โ€˜ain, begitu juga wudhu dan bersuci dari hadats, baik hadats besar maupun kecil. Karena tidak sah ibadah shalat seseorang melainkan ia dalam keadaan suci dari hadats, sehingga wajibnya wudhu itu dikarenakan suatu ibadah yang hendak ia kerjakan dan mewajibkan baginya suci dari hadats. Kaidah ushul fiqih mengatakan: ู…ุงู„ุง ูŠุชู… ุงู„ูˆุงุฌุจ ุงู„ุง ุจู‡ ูู‡ูˆ ูˆุงุฌุจ Suatu kewajiban yang tidak sempurnya kecuali denganya, maka menggunakannya menjadi wajib. Jadi hakikat wudhu adalah untuk bersuci dan mengangkat hadats. Jadi setelah kita mengetahui wajibnya berwudhu ketika kita hendak shalat dan hakikat wudhu, maka kita juga harus mengetahui bagaimana dan seperti apakah wudhu yang benar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Karena segala ibadah dalam Islam mempunyai tuntunannya, dan sesuatu hal itu dianggap ibadah apabila memenuhi dua syarat yaitu: ikhlas karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Ada Apa Dengan Wudhu Rasulullah SAWโ€ฆ??? Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Islam, Tips dan Trik | 12 Comments »

Mufti Saudi: Ikhlas dan Mentauhidkan Allah Adalah Manfaat Terpenting Dalam Ibadah Haji

Posted by Ahmad Farisi on 11 November 2010

Menteri Haji, Fuad bin Abdussalam al Farisi membuka seminar akbar haji yang dilaksanakan tiap tahun. Seminar diadakan Kementerian Haji pada tahun ini mengangkat syi’ar (Pembingan Dalam Haji)

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci al Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Menteri Haji, Fuad bin Abdussalam al Farisi. Dalam sambutannya ia mewakili dari Khadimul Haramain, Malik Abdullah bin Abdul Aziz Aal Saud, putra mahkotanya dan wakil II memberikan kata hormatnya kepada para hadirin dan yang berpartisipasi dalam seminar.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Haji selalu mengadakan seminar akbar untuk haji sejak 3 periode, yang diikuti disetiap tahunya oleh sejumlah ulama, cendekiawan muslim, sastrawan, insan media dan jurnalis dari berbagai spesialisasinya masing-masing. Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah, Dakwah, Islam, Opini | Tagged: , , | 6 Comments »

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah dan Amalan Yang Disyari’atkan

Posted by Ahmad Farisi on 9 November 2010

Apabila seorang muslim mengetahui keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah dan mulianya beramal shalih pada hari-hari itu, maka ia akan bersungguh-sungguh memanfaatkan momen tersebut untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan menghabiskan hari-harinya untuk ketaatan. Karena itu, ia sangat perlu mengetahui amalan-amalan yang seharusnya dikerjakan, sesuai dengan yang disyari’atkan oleh Allah. Diantara amalan-amalan yang disyari’atkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah: Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah, Dakwah, Islam | Tagged: , , , | 2 Comments »

Ka’bah dan Bukti-Bukti Nyata

Posted by Ahmad Farisi on 2 November 2010

Ia adalah Baitullah, kiblatnya kaum muslimin yang di ridhai Allah bagi hambaNya. Dinamakan Ka’bah karena bersegi empat, dan ada yang mengatakan karena tingginya dari permukaan tanah.

Nama-Nama Ka’bah Antara Lain: Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah, Dakwah, Islam, Sekedar info | Tagged: , , | 4 Comments »

Tata Cara Umrah

Posted by Ahmad Farisi on 27 October 2010

Ketahuilah wahai saudara peziarah bahwa umrah terdiri dari lima amalan :

1- Niat : yaitu engkau berniat mengerjakan umrah kara Allah Ta`ala, ย dengan cara berazam dalam hati kemudian mengucapkan Labbaika `Umratan Atau Labbaika Allahuma `Umratan

2- Ihram dari miqat: adalah salah satu kewajiban umrah

3- Thawaf:ย  mengelilingi ka`bah tujuh kali.: adalah salah satu rukun umroh yang disyaratkan harus suci dari hadas kecil maupun besar. Disunahkan Al-idhthiba‘ย ย  yaitu memasang selendang ihram dibawah ketiak tangan kanan dan menaruh ujungnya diatas pundak kiri. Dimulai dari hajar aswad, yaitu arah timur dari Ka’bah dan berakhir di hajar aswad juga, menjadikan Ka’bah berada di sebelah kirinya lalu menghadap hajar dengan mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar” apabila dimungkinkan mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya dengan bibirmu, maka yang demikian itu adalah sunnah. Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Islam | Tagged: , , , , | Leave a Comment »