Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Archive for the ‘Analisa’ Category

Argumentasi Qur’an Only

Posted by Ahmad Farisi on 11 December 2015

pohonSebagai suatu paham atau aliran, Qur’an Only ( ingkar as-sunnah) klasik ataupun modern memiliki argument-argumen yang dijadikan landasan mereka. Tanpa argument-argumen itu, pemikiran mereka tidak berpengaruh apa-apa. Argument mereka antara lain :

1. Agama bersifat konkrit dan pasti. Mereka berpendapat bahwa agama harus dilandaskan pada hal yang pasti. Apabila kita mengambil dan memakai hadits, berarti landasan agama itu tidak pasti. Al-quran yang kita jadikan landasan agama itu bersifat pasti. Sementara apabila agama islam itu bersumber dari hadits , ia tidak akan memiliki kepastian karena hadits itu bersifat dhanni (dugaan), dan tidak sampai pada peringkat pasti.

2. Al-Quran sudah lengkap.
Jika kita berpendapat bahwa al-quran masih memerlukan penjelasan, berarti kita secara jelas mendustakan al-quran dan kedudukan al-quran yang membahas segala hal dengan tuntas. Oleh karena itu, dalam syariat Allah tidak mungkin diambil pegangan lain, kecuali al-quran.

BANTAHAN:
Ternyata argumen yang dijadikan sebagai dasar pijakan bagi para pengingkar sunnah memiliki banyak kelemahan. Dan kalau kita mau mempelajari Al Qur’an secara mendalam dan komprehensif, maka kita akan mudah menemukan kelemahan argumentasi mereka dan sangat mudah membantahnya. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Aqidah, Dakwah | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Jurus Mabok

Posted by Ahmad Farisi on 9 December 2015

jurus mabok– Seorang Pendekar, seusai menciptakan “Kitab Shaolin” ia mengutus orang kepercayaanya, Bro Le untuk mengajarkan shaolin ke sebuah negeri.

– “Bro… saya melihat ilmu kamu sudah mumpuni, ajarkan kitab ini di negeri Lembah Madu. Siapa yang mengikutimu, beri gelar mereka dengan”mushalin” kata Pendekar itu sambil menyerahkan kitab shaolin kepada Bro Le.

– Bro Le pun pergi ke negeri Lembah Madu. Setiap hari pengikutnya semakin bertambah. Para mushalin sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang mas Bro ajarkan serta mendengarkan petuah-petuah dan nasehat bijak darinya. Sehingga setiap gerakan jurus mempunyai makna yang dalam.

– Setiap Jum’at pagi, para mushalin mempraktekkan “jurus bunga” yang telah mereka hapal secara serempak dan sangat rapi. Indah sekali dilihatnya.

– Setelah mengajarkan semua isi kitab shaolin di Negeri Lembah Madu, dari mulai jurus bunga, jurus katak hingga jurus harimau, tidak lama kemudian Mas Bro pun akhirnya wafat di negeri itu.

– Hingga suatu hari, muncullah sekelompok orang yang dengan congkaknya merasa telah mampu menguasai kitab shaolin tanpa perantara guru. Bahkan mereka sering mencemooh para master sebagai orang yang tidak mau menggunakan akalnya.

– Mereka membuka lembaran demi lembaran kitab shaolin dan membacanya serta memahaminya sendiri. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Aqidah, Dakwah | Tagged: , | Leave a Comment »

Polemik Shalat Tiga Waktu

Posted by Ahmad Farisi on 3 October 2015

RAMADHAN KAREEEMYang perlu kita ingat selalu, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa memaksakan orang lain harus sama dengan apa yang kita yakini, begitupun sebaliknya.

Mengenai polemik shalat tiga waktu, kalau boleh saya katakan, “Klasik yo ora, tapi nek dianggap anyar, kok yo klasik”heheโ€ฆ ๐Ÿ˜€

Maksud saya, polemik ini tidak dianggap klasik karena tidak ada sejarahnya bahwa ada seorang muslim yang menolak shalat 5 waktu, sejak zaman Rasul, sahabat hingga generasi tabiut tabi’iin. Namun juga bukan dianggap baru, karena polemik seperti ini sudah cukup lama muncul.

Kemudian dari permasalahan shalat tiga waktu tersebut, selanjutnya mengerucut lagi menjadi pembatasan bilangan shalat, yaitu hanya 3X saja dalam sehari semalam, yang terdiri dari 1. Shalat Fajr, 2. Shalat Isya dan 3. Shalat Wustha, ย berdasarkan beberapa dalil Al Qur’an.

Berikut adalah dalil-dalil untuk shalat 3 kali berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an:

  1. (QS. An-Nur: 58)

ย “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) Yaitu: sebelum shalat fajr, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

  1. (QS. Huud: 114)

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”

  1. (QS al-Baqarah: 238)

Jagalah shalat-shalat tersebut dan salat al-wustha (Pertengahan).”

Menurut pendukung shalat tiga kali, bahwa shalat yang benar berdasarkan Al Qur’an adalah tiga kali saja yaitu Shalat Fajr, Shalat Isya dan Shalat Wustha. Meskipun ada nama-nama lain yang umum digunakan untuk shalat seperti Dzuhur yang berarti tengah hari, Ashr yang berarti masa/waktu dan Maghrib yang berarti Barat tercantum di dalam Al Qur’an, namun tidak satupun dari nama-nama tersebut yang berhubungan dengan shalat ataupun dengan waktu shalat.

Mari sekarang kita mengkaji Al Qur’an. Benarkan Al Qur’an telah membatasi shalat hanya pada tiga waktu dan tiga kali saja dalam sehari semalam?

Dalil Pertama:

Coba kita cermati QS. An-Nur: 58 yang sering dijadikan dalil untuk mebatasi shalat hanya 3X saja.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ู„ููŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบููˆุง ุงู„ู’ุญูู„ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุญููŠู†ูŽ ุชูŽุถูŽุนููˆู†ูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู‡ููŠุฑูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุซูŽู„ูŽุงุซู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฌูู†ูŽุงุญูŒ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุทูŽูˆู‘ูŽุงูููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูุจูŽูŠู‘ูู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุขูŽูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุญูŽูƒููŠู…ูŒย  (ุณูˆุฑุฉ ุงู„ู†ูˆุฑ: 58)

” “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) Yaitu: sebelum shalat fajr, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur: 58)

Pendukung shalat 3X yang sering menyebut dirinya Qur’anist ternyata telah keliru memahami QS. An-Nur: 58. Ayat di atas sama sekali tidak sedang membatasi nama-nama shalat, akan tetapi sedang menjelaskan 3 waktu aurat, yaitu waktu dimana seorang budak dan anak yang sudah baligh diperintahkan untuk meminta izin jika hendak memasuki kamar pribadi seseorang.

Dan inilah ketiga waktu yang Allah perintahkan agar kita memerintahkan anak-anak kecil untuk izin terlebih dahulu jika hendak memasuki kamar pribadi orang tuanya. Karena ini merupakan waktu-waktu seorang hanya berpakaian seadanya dan waktu berganti pakaian.

Adapun penyebutan kata shalat, seperti:

ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

Sebelum shalat Fajr

Dan

ูˆูŽู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู

Setelah shalat Isya

Bukanlah merupakan pembatasan nama-nama shalat. Akan tetapi terkait dengan nama waktu. Dimana pada zaman itu belum ada jam tangan atau jam dinding yang digunakan sebagai patokan waktu saat orang membuat janji, seperti “nanti kita ketemuan di rumah si A pkl 20:00 atau pukul 11.00” akan tetapi yang biasa dilakukan saat orang membuat janji pada waktu itu akan menggunakan patokan waktu shalat, seperti: “nanti kita ketemuan di rumah si A ba’da shalat Isya atau sebelum shalat dzuhur” Kebiasaan seperti inipun hingga sekarang masih dilakukan walaupun setelah adanya jam yang dijadikan patokan waktu.

Dalil Kedua:

ูˆูŽุฃูŽู‚ูู…ู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉูŽ ุทูŽุฑูŽูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุฒูู„ูŽูุงู‹ ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ูŠูุฐู’ู‡ูุจู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฐููƒู’ุฑูŽู‰ ู„ูู„ุฐู‘ูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS. Huud: 114)

  1. Huud:114 ini juga sering dijadikan dalil oleh sebagian orang yang mengaku Qur’anits untuk mendukung ideologinya bahwa shalat hanya terbatas pada tiga waktu dan tiga kali saja.

Pada ayat di atas disebut kedua tepi siang dan bahagian permulaan malam. Menurut mereka, yang dimaksud kedua tepi siang adalah Fajr sebagai tepi pertama dan Maghrib sebagai tepi kedua.

Namun menurut yang lain, bahwa yang dimaksud kedua tepi siang adalah Farj dan Ashr. Ashr merupakan tepi siang ke dua, sedangkan Maghrib sebagai permulaan malam. Karena permulaan malam ditandai dengan terbenamnya matahari, yang mana terjadi pada waktu Maghrib. Maghrib itu sendiri berasal dari kata ghoroba yang berarti terbenam. Kemudian Maghrib juga bermakna Barat, karena tempat terbenamnya matahari itu berada disebelah barat. Begitu juga kata masyriq yang berarti tempat munculnya matahari juga dijadikan nama arah, yaitu Timur.

Dalil Ketiga:

ุญูŽุงููุธููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ูˆูุณู’ุทูŽู‰ูฐ

Jagalah shalat-shalat tersebut dan salat al-wustha (pertengahan)” (QS al-Baqarah: 238).

Kataย shalawatย (shalat-shalat) pada ayat di atas berbentuk plural yang dalam bahasa Arab berjumlah tiga atau lebih. Kemudian ia ditambah dengan shalat wusthoย (shalat pertengahan). Jadi kalau mencermati ayat di atas berarti Allah paling tidak menyuruh untuk menjaga minimal empat shalat. Yaitu 3 shalat atau lebih (shalat-shalat) dan 1 shalat wustha. 3+1=4

Saya kasih contoh kaedah bahasa Arab:

ูƒุชุงุจ=(mufrod) satu kitab

ูƒุชุงุจุงู†= (mutsana) dua kitab

ูƒุชุจ= plural) tiga kitab atau lebih)

Contoh satu lagi:

ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู=(murfod) satu shalat

ุตู„ุงุชุงู†= mutsana) dua shalat)

ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู= (plural) tiga shalat atau lebih

Kemudian kata wustha atau pertengahan itu sendiri tidak dijelaskan di dalam Al Qur’an, apakah itu pertengahan waktu atau pertengahan shalat. Namun kata pertengahan menunjukkan posisinya berada di tengah. Jika ia merupakan pertengahan shalat, dan jika hanya ada empat shalat, maka tidak ada yang ditengah. Sehingga agar ada yang peris di tengah berarti minimal jumlahnya lima. Dari sini saja dapat diketahui kelemahan logika mereka yang mengatakan bahwa shalat hanya dua waktu, tiga waktu dan seterusnya. Ini secara logika sesuai dengan tata bahasa Arab yang ada.

Namun jika yang dimaksud pertengahan (wustha) itu berkaitan dengan waktu, mereka juga masih terus berselisih tentang kapan waktu didirikannya shalat wustha?

Sebagian mereka menganggap bahwa waktu shalat wushta adalah Maghrib, namun sebagian yang lain menganggap pertengahan malam, dzuhur dan ada juga yang menganggap bahwa shalat wustha adalah pada waktu ashar.

Jika melihat perselisihan mereka seperti itu, maka sebenarnya waktu-waktu shalat yang 5 sudah disebutkan semuanya, mulai dari Fajr, Dzuhur, Ashr, Maghrib dan Isya.

Kemudian sekarang mari kita lihat dalil waktu shalat yang lain. Allah berfirman:

ุฃูŽู‚ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูุฏูู„ููˆูƒู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุฅูู„ูŽู‰ ุบูŽุณูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽู‚ูุฑู’ุกูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุฅูู†ู‘ูŽ ู‚ูุฑู’ุกูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุดู’ู‡ููˆุฏู‹ุง

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan Qur`anal fajri. Sesungguhnya Qur`anal fajri itu disaksikan” (QS. Al-Isra`: 78)

Makna Lid-Duluk As Syams adalah setelah tergelincir matahari. Yang mana ia adalah waktu dzuhur dan ashr. Namun ada sebagian yang berpendapat bahwa makna duluk itu dari tergelincir matahari pada waktu dzuhur hingga waktu Maghrib. Dan makna ila ghasaqil lail adalah sampai gelap malam. Jadi pelaksanaan shalat dimulai dari tergelincirnya matahari pada siang hari hingga gelap malam dan juga waktu fajr.

Ayat tersebut di atas bukanlah pembatasan untuk 3 waktu shalat saja, melainkan menjelaskan waktu shalat yang dimulai dari setelah tergelincirnya matahari hingga gelap malam. Dan dari antara tergelincirnya matahari hingga gelap malam, seseorang bisa melakukan 1, 2 atau 3 shalat. Tidak ada yang membatasi.

Demikianlah yang saya pahami dari dalil Al Qur’an mengenai waktu-waktu shalat. Ada satu catatan yang paling mendasar yang ingin saya sampaikan adalah “sepandai-pandainya kita membaca dan atau menafsirkan ayat-ayat Al Qurโ€™an, sudah barang tentu pemahaman kita masih jauh dibawah penafsiran Nabi Muhammad saw”

Wallahu a’lam bis shawaabโ€ฆ

Posted in Analisa, Dakwah | Tagged: , , | 1 Comment »

Uniknya Masyarakat Saudi

Posted by Ahmad Farisi on 17 September 2012

Sebelumnya โ€“ketika saya tinggal di Kairo- saya pernah menulis tentang โ€œUniknya Masyarakat Mesirโ€ Silahkan klik disini

nah, sekarang setelah saya tinggal di Saudi saya juga ingin sekali berbagi pengalaman mengenai gambaran secara global budaya Arab Saudi saat ini. Berikut adalah beberapa budaya Saudi yang dianggap unik:

Budaya Memuji dan Basa-basi:

Bagaimanapun juga, dan di belahan bumi manapun, memuji tetap dianggap lebih baik daripada mencaci, meski sebenarnya pujian yang berlebihan adalah racun, namun cacian adalah kuburan. Orang Saudi suka sekali memuji orang, ini adalah basa-basi mereka yang juga merupakan trik untuk menarik simpati seseorang. Pada umumnya mereka akan luluh hatinya dengan pujian. Mereka akan sangat menghormati kita jika kita menghormati mereka. Sebetulnya ini adalah kunci berinteraksi yang berlaku dimana saja.

Orang Saudi senang dicium kening dan dipegang jenggotnya, karena menurutnya hal itu merupakan penghormatan baginya. Jadi, apabila kamu punya kenalan orang Saudi, cobalah cium keningnya dan pegang jenggotnya, lalu perhatikan perubahan padanya, boleh jadi ia akan menjadi mitra yang baik bagimu. Kalau mereka sudah merasa senang, maka kamu akan tahu bahwa sebenarnya mereka adalah orang yang mudah diajak bergaul dan berjiwa dermawan. Akan tetapi jangan mencoba-coba untuk menyakitinya, karena ia tidak akan segan untuk mengatakan terus terang ketidaksukaanya.

Awas! Jangan Salah Pegang:

Bila kamu punya teman orang Saudi, hati-hatilah bercanda dengannya, karena jika salah canda, bisa jadi ia akan marah denganmu. Jangan sampai ketika kamu bercanda dengannya kamu memukul atau memegang pantatnya. Karena mereka akan sangat marah bila dipegang pantatnya. Kalau terpaksa harus memukul, maka pukullah kepalanya atau bagian yang lain, walaupun lebih keras barangkali itu akan lebih baik bagimu daripada memegang pantat.hehe ย Mereka tidak marah dipegang kepalanya. Berbeda dengan budaya kita, kita sangat tidak suka dan bisa marah besar bila dipegang kepalanya. Tapi di Saudi, memegang kepala tidaklah mengapa, tapi jangan pernah coba-coba memegang pantat, karena itu dianggap tidak sopan. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Intermezo, Sekedar info | Tagged: , , | 3 Comments »

Hal-Hal Yang Membatalkan Wudhu

Posted by Ahmad Farisi on 19 July 2011

1. Keluar Darah Banyak: ada perbedaan pendapat di antara ahli ilmu mengenai keluarnya darah, apakah membataklan wudhu atau tidak. Diantara mereka ada yang berpendapat membatalkan wudhu dan sebagian yang lain berpendapat tidak membatalkan wudhu. Jadi sebaiknya demi untuk kehati-hatian dan keluar dari perselisihan, apabila seorang Muslim keluar darah banyak, hendaklah ia berwudhu. Akan tetapi kalau keluarnya hanya sedikit, seperti mimisan, keluar darah dari gusi, dari bibir, dan keluar darah dari luka ringan, ย maka tidak membatalkan wudhu. Keluarnya darah yang sedikit dapat dimaafkan.

2. Tidur Nyenyak:salah satu yang membatalkan wudhu adalah tidur, hal ini berdasarkan hadits shahih, hadits dari shofwan bin โ€˜Assal ra:

ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ูŠุฃู…ุฑู†ุง ุฃู† ู†ู…ุณุญ ุนู„ูŠ ุฎูุงูู†ุงุŒ ูˆู„ุง ู†ู†ุฒุน ุฎูุงูู†ุง ุฅู„ุง ู…ู† ุฌู†ุงุจุฉุŒ ูˆู„ูƒู† ู…ู† ุบุงุฆุท ูˆ ุจูˆู„ ูˆ ู†ูˆู… (ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุงู„ู†ุณุงุก ูˆ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡)

โ€œ Rasulullah SAW menyuruh kami untuk mengusap khuf (kaus kaki dari kulit), dan tidak melepaskannya ketika kami habis dari buang air besar, kencing dan tidur, kecuali apabila kami junubโ€. ย [HR: Tirmidzi di dalam kitab Thaharah, bab โ€œmengusap khufain bagi musafir dan mukimโ€ no 96. Nasaโ€™i dalam kitab Thaharah, bab โ€œwudhu dari buang air besar dan kecilโ€ no 158. Ibnu Majah kitab Thaharah dan sunnah-sunnahnya, bab โ€œwudhu dari tidurโ€ no 478.] Maksudnya apabila hanya sekedar buang air besar, kencing dan tidur, maka ia hanya berwudhu dan mengusap khuf yang ia kenakan dan tidak wajib melepasnya. Kecuali apabila orang tersebut junub, maka ia harus melepas khuf dan mandi junub. Rasulullah SAW juga bersabda: Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Dakwah, Islam | 41 Comments »

Menjauhi Ghibah

Posted by Ahmad Farisi on 22 November 2009

Makna Ghibah:

Apa itu ghibah? Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan orang lain yang tidak ada di sisinya dengan suatu perkataan yang apabila ia mendengarnya maka membuatnya ia tidak suka. Dalam sebuah hadits riwayat imam Muslim dari jalan sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ุบููŠุจูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง: ุงูŽู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฐููƒู’ุฑููƒูŽ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ูุŒ ู‚ููŠู„ูŽ: ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู’ ุฃูŽุฎููŠู’ ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุงุบู’ุชูŽุจู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูููŠู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู‡ูŽุชู‘ูŽู‡ู

Artinya : Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Dakwah, Islam, Tips dan Trik | Tagged: , , | 9 Comments »

Uniknya Masyarakat Mesir

Posted by Ahmad Farisi on 3 November 2009

Dari pengamatan penulis selama tinggal di Mesir, penulis banyak menemukan kebiasaan-kebiasaan orang Mesir yang sepertinya menarik untuk diceritakan disini, baik itu dari segi makanan, berpakaian, maupun cara berinteraksi. Marilah kita mulai memperhatikan dari cara bagaimana orang Mesir berinteraksi dan menanyakan kabar. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Bisikan hati, Perenungan alam, Sekedar info | Tagged: , , , | 51 Comments »

Penemuan Terbaru Bahaya Facebook

Posted by Ahmad Farisi on 11 August 2009

Mungkin kita pernah mendengar atau pernah membaca mengenai bahaya facebook. Mulai dari bahayanya yang dapat merugian kesehatan, menghambur-hamburkan waktu sampai yang membahayakan kejiwaan.

Pakar keamanan khawatir, kalau ย kriminal akan menggunakan aplikasi tertentu untuk memanen data-data pribadi milik korban. Bahkan yang lebih parah adalah apa yang dilakukan Edward Richardson, pria asal London, Inggris. Ia diputuskan bersalah dan dihukum penjara selama 18 tahun. Dia terbukti telah menikam mantan istrinya, Sarah, hingga tewas dengan alasan karena kesal melihat status Facebook istrinya, berganti dari ‘married’ menjadi ‘single’. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Sekedar info | Tagged: , | 33 Comments »

Obama Merubah Jadwal Ujianku

Posted by Ahmad Farisi on 5 June 2009

Barack Hussein ObamaKunjungan Presiden Amerika Barack Husein Obama ke Mesir (Kamis/4/6/09) sempat merubah jadwal ujian di seluruh universitas yang ada di kairo, yang mana seharusnya ujian tersebut dilaksanakan pada hari kamis, menjadi dimundurkan beberapa hari berikutnya. Saya pun yang seharusnya ujian terakhir pada hari kamis, terpaksa harus rela menunggu ujian pada tanggal 21 juni mendatang.

Entah mengapa Mesir sampai sedemikian rupa untuk melakukan sambutan Obama, sehingga merubah jadwal ujian seluruh kampus yang ada di Kairo. Beberapa hari sebelumnya juga dikabarkan banyak terjadi penangkapan wafidin (warga Negara asing) oleh polisi Mesir di kawasan Hay al Ashir. Sehingga turun instruksi dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI) lewat off line yang isinya menghimbau agar para Mahasiswa tidak keluar rumah pada hari Kamis, kalaupun terpaksa harus keluar rumah diharuskan membawa Passport dan identitas lainnya yang masih valid. Read the rest of this entry »

Posted in Analisa, Berita, Islam, Opini, Sekedar info | Tagged: , , , | 2 Comments »

SBY Tersanjung Masuk Top 100 Majalah Time

Posted by Ahmad Farisi on 1 May 2009

SBY JAKARTA, KOMPAS.com โ€” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi kepada majalah Time yang sudah menempatkan dirinya dalam daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia pada 2009.
Keterangan pers yang dikirim Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal, Jumat (1/5) malam, menyebutkan, Presiden SBY juga melihat hal itu sebagai suatu apresiasi bagi transformasi di Indonesia.
Dino juga menjelaskan bahwa Presiden SBY menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya melalui surat kepada Chief Editor Time, Michael Elliot, yang intinya menyatakan bahwa hal itu merupakan kehormatan pribadi baginya dan mencerminkan apresiasi dunia internasional bagi transformasi Indonesia.
Lebih lanjut, kata Dino, Presiden SBY akan mengirimkan putra keduanya, Eddie Baskoro, dan Dino Patti Djalal untuk mewakilinya dalam jamuan makan malam yang diadakan majalah
Time pada 5 Mei mendatang di New York.
Sebelumnya, majalah Time juga pernah menyebut Indonesia di bawah pemerintahan Yudhoyono sebagai sebuah a political success story. Menurut situs resmi majalah tersebut, Presiden SBY masuk dalam kategori “Pemimpin dan Tokoh Revolusioner”.

Posted in Analisa, Berita, Indonesiaku, Opini, Politik, Sekedar info | Tagged: , , , | Leave a Comment »