Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Wajah Para Astronot Setelah Turun dari Bulan

Posted by Ahmad Farisi on 8 August 2017

Rekaman video otentik press conference pertama dan satu-satunya dari ketiga astronot. Armstrong, Aldrin dan Collins tampak tegang dan gelagapan ketika ditanya wartawan kenapa tak ada bintang di bulan?
lihat videonya di sini:
https://www.youtube.com/watch?v=7tOmlfYC11Y
Menjadi “manusia pertama yang mendarat di bulan” tentu merupakan pengalaman yang dahsyat. Para astronot tentunya bangga dan berbagi pengalaman dengan masyarakat. Anehnya, selama 40 tahun sejak 1969, Neil Armstrong hanya dua kali tampil di publik. Ia selalu menolak permintaan wawancara (sumber: bbc.co.uk).

Lebih aneh lagi, sang pahlawan komandan misi Apollo 11 itu dua tahun kemudian keluar dari NASA tahun 1971. Neil Armstrong beralih profesi jadi guru (sumber: ibid.)

Seorang jurnalis investigatif yang mendedikasikan banyak waktu untuk riset soal asli tidaknya pendaratan di bulan ini, berusaha mendatangi para astronot dan memintanya bersumpah di atas Alkitab bahwa mereka memang benar-benar mendarat di bulan.
Astronot yang didatangi adalah A. Bean (Apollo 12); E. Cernan (Apollo 17); E. Mitchell (Apollo 14); M. Collins (Apollo 11); A. Worden (Apollo 15); Buzz Aldrin (Apollo 11); Neil Armstrong (Apollo 17); dll. Hasilnya, tak ada satupun yang mau bersumpah, bahkan marah-marah (sumber: “Astronauts Gone Wild: Investigation Into the Authenticity of the Moon Landings”).
Lihat cuplikan videonya di link ini:
https://bossdar.wordpress.com/videos/video-06/
Banyak kalangan termasuk Ilmuwan tidak mempercayai NASA tentang pendaratan di Bulan. Bahkan banyak kalangan yang menuduh bahwa NASA adalah bagian dari bisnis Trilyunan para Elit Global. Buget NASA pada tahun 2016 adalah 256 Triliun.
https://www.merdeka.com/…/nasa-dapat-ratusan-triliun-rupiah…
Fakta penting ini yang disembunyikan oleh NASA, sehingga seolah begitu mudahnya 6 misi Apollo mendaratkan astronot di bulan pada periode 1969-1973.

Lucunya, baru tahun 2014 lalu, saintis NASA yang bertanggung jawab atas misi Orion secara tak langsung mengatakan bahwa NASA belum punya teknologi untuk melindungi manusia dari radiasi Van Allen Belt. Ia mengatakan, “We must solve these challenges before we send people through this region of space.” Dia bicara soal Mid Earth Orbit, ketinggian 6000 km, baru 2% perjalanan ke bulan. Lantas, bagaimana mungkin NASA kirim orang ke bulan tahun 1969-1973?

Ada dua pilihan logis jika hendak melakukan pemalsuan rekaman video pendaratan di bulan. Opsi-1: menjaga rahasia rapat-rapat dengan membuat film sendiri, dengan risiko kualitas buruk dan terbongkar bahwa itu palsu. Atau, Opsi-2: meng-hire sutradara terbaik Hollywood untuk memastikan kualitas tertinggi supaya orang yakin, kemudian menutup mulut sang sutradara lewat confidentiality agreement. Akan lebih baik jika sutradara itu juga anggota kelompok “secret societies” (masih kalangan sendiri) yang meyakini bahwa “dunia ini tak seperti kelihatannya”.

Sutradara terbaik Hollywood saat itu adalah Stanley Kubrick, yang kebetulan tanggal 2 April 1968 baru merilis film angkasa luar yang futuristik tapi sangat realistik, disebut-sebut sebagai salah satu karya terindah Hollywood sepanjang masa. Judul filmya adalah “2001: A Space Odyssey”(sumber: Agel, Jerome, “The Making of Kubrick’s 2001”).

Stanley Kubrick memang bukan sutradara film biasa. Bahkan NASA pun mengaku mengambil inspirasi dari film Kubrick itu untuk misi berikutnya ke planet Jupiter.

Kubrick tentu tak pernah terang-terangan mengaku bahwa dia yang menyutradarai film pendaratan di bulan. Tapi, sebagai anggota “secret societies” yang secara tradisional menyukai simbolisme dan kode-kode, Kubrick kerap mengindikasikan hal tersebut.
Dalam film berikutnya, The Shining (1980) yang dibintangi Jack Nicholson, ada adegan Nicholson salah ketik tulis “All” (semua) menjadi “A11” (kode Apollo-11). Juga adegan anak kecil mengenakan sweater bertuliskan Apollo-11, masuk dalam kamar nomor 237 (simbolisme jarak terdekat bumi ke bulan 237 ribu mil).

Film terakhir Kubrick sebelum wafat juga mengindikasikan hal itu. Film “Eyes Wide Shut” (1999), yang dibintangi oleh Tom Cruise dan Nicole Kidman, dibuat oleh Kubrick dengan memberi syarat kepada produser lewat klausul perjanjian bahwa film itu harus dirilis tanggal 16 Juli 1999. Tanggal itu bertepatan dengan Perayaan 30 tahun berangkatnya Apollo 11 dari bumi.
Film itu berisi banyak adegan ritual masonik khas “secret societies”. Judulnya sendiri pun penuh simbolisme. “Eyes Wide Shut”, bahwa “mata kita terbuka lebar tapi tetap tak melihatnya”. Sebuah pesan terselubung yang disampaikan lewat film yang sengaja dirilis tepat pada tanggal Perayaan 30 Tahun Apollo 11.

Film Eyes Wide Shut dibuat dengan menggunakan lensa kamera yang dibuat oleh NASA dan dimodifikasi untuk syuting film itu (sumber: nakedfilmmaking.com). Kubrick wafat beberapa hari setelah ia menyelesaikan editing final film tersebut.
Terakhir, yang tak kalah mengherankan adalah film dokumenter “Precious Images” yang disutradarai Chuck Workman dan meraih penghargaan Academy Award 1987. Film dokumenter itu berisi cuplikan film-film klasik terbaik sepanjang masa yang diproduksi Hollywood, seperti Gone With The Winds; The Ten Commandments; Ben-Hur; Psycho; The Godfather; dll. Anehnya, tiba-tiba di tengah film muncul dokumenter pendaratan Apollo 11 (sumber: 
imdb.com). Hal ini mengindikasikan bahwa film dokumenter Apollo 11 dianggap sebagai salah satu karya terbaik Hollywood.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: