Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Jurus Mabok

Posted by Ahmad Farisi on 9 December 2015

jurus mabok– Seorang Pendekar, seusai menciptakan “Kitab Shaolin” ia mengutus orang kepercayaanya, Bro Le untuk mengajarkan shaolin ke sebuah negeri.

– “Bro… saya melihat ilmu kamu sudah mumpuni, ajarkan kitab ini di negeri Lembah Madu. Siapa yang mengikutimu, beri gelar mereka dengan”mushalin” kata Pendekar itu sambil menyerahkan kitab shaolin kepada Bro Le.

– Bro Le pun pergi ke negeri Lembah Madu. Setiap hari pengikutnya semakin bertambah. Para mushalin sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang mas Bro ajarkan serta mendengarkan petuah-petuah dan nasehat bijak darinya. Sehingga setiap gerakan jurus mempunyai makna yang dalam.

– Setiap Jum’at pagi, para mushalin mempraktekkan “jurus bunga” yang telah mereka hapal secara serempak dan sangat rapi. Indah sekali dilihatnya.

– Setelah mengajarkan semua isi kitab shaolin di Negeri Lembah Madu, dari mulai jurus bunga, jurus katak hingga jurus harimau, tidak lama kemudian Mas Bro pun akhirnya wafat di negeri itu.

– Hingga suatu hari, muncullah sekelompok orang yang dengan congkaknya merasa telah mampu menguasai kitab shaolin tanpa perantara guru. Bahkan mereka sering mencemooh para master sebagai orang yang tidak mau menggunakan akalnya.

– Mereka membuka lembaran demi lembaran kitab shaolin dan membacanya serta memahaminya sendiri.

– Mereka sering berdebat sendiri mengenai makna jurus bunga. “Jurus bunga itu artinya bahwa kita manusia itu harus seperti bunga. Menyebarkan keharuman kepada masyarakat. Jadi jurus bunga itu bukan gerakan!” ujar salah seorang di antara mereka. Sementara yang lain meyakini bahwa jurus bunga adalah sebuah gerakan, namun ia sendiri bingun sprti apakah gerakannya gerangan?! Sambil garuk-garuk kepala.

– Sampailah pada halaman jurus katak, mereka masih terus berdebat sengit. Yg satu meyakini bahwa jurus katak itu hanya sebuah kiasan bukan gerakan, sementara yg satu lagi mencoba mempraktekkan jurus katak sekenanya. Mereka meloncat loncat seperti katak dan orang mabuk.

– Setiap membuka lembaran baru dan menemukan kata jurus, mereka terus berdebat. Yang satu mengartikannya secara rohani dan kiasan sementara yang satunya lagi mempraktekkan secara fisik tanpa makna. Setiap jurus mereka praktekkan secara acak tanpa aturan, bak jurus mabok.

– Itulah gambaran sekte Qur’an Only (Ingkar Sunnah red) dalam memahami Al Qur’an. Mereka menganggap bahwa Al Qur’an bisa dipahami sendiri tanpa penjelasan Rasul. Seolah selama kurang lebih 23 tahun Rasul berdakwah, tugas Rasul hanya sebagai penerima wahyu lalu membacakannya. Menyuruhnya sahabat mencatat wahyu dan setelah itu Rasul diam sambil menunggu wahyu berikutnya turun. Tidak mau tahu umatnya paham atau tidak. Biarkan umatnya memahami sendiri bagaimana cara shalat, haji dll. Soal isi ditanggung oleh pengarang.hehe🙂

Oh jurus mabok :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: