Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Uniknya Masyarakat Mesir

Posted by Ahmad Farisi on 3 November 2009

Dari pengamatan penulis selama tinggal di Mesir, penulis banyak menemukan kebiasaan-kebiasaan orang Mesir yang sepertinya menarik untuk diceritakan disini, baik itu dari segi makanan, berpakaian, maupun cara berinteraksi. Marilah kita mulai memperhatikan dari cara bagaimana orang Mesir berinteraksi dan menanyakan kabar.

Orang Mesir Menanyakan Kabar Sampai Tiga Kali

salah satu yang menurut saya masyarakat Mesir adalah masyarakat yang unik adalah cara mereka menanyakan kabar. Orang Mesir biasanya akan menanyakan kabar kepada setiap orang yang dijumpainya, terutama orang-orang yang mereka kenal.

Tanya kabar adalah hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh orang Mesir sebagai pembuka pembicaraan mereka. Yang membuat saya heran disini adalah cara mereka menanyakan kabar. Mereka mempunyai beberapa macam ungkapan untuk menanyakan kabar. Ungkapan tanya kabar yang sering digunakan adalah “Izzayak?, amil ee? Dan kaifa halak”? ketiga-tiganya mengandung arti yang sama, yaitu “bagaimana kabarmu”? namun mereka sering mengucapkan ketiganya dalam satu waktu, sehingga jawaban yang sama pun akan diulang tiga kali juga oleh lawan bicaranya, yaitu alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah.

Budaya Salam Semut

Di Mesir apabila seseorang bertemu dengan teman yang sudah lama tidak berjumpa, pertama kali yang akan mereka lakukan adalah bersalaman. Ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajib bagi mereka, baik itu di kantor, mall, di masjid, di jalan-jalan maupun di terminal. Kemudian setelah itu mereka langsung melakukan salam semut, yaitu salam dengan memeluk badan dan menempelkan pipi kanan pada pipi kiri kawannya secara bergantian, seraya tangan yang satunya menepuk-nepuk punggung lawannya. Cara yang seperti itu ternyata akan menambah kehangatan persahabatan dan rasa saling menghormati. Hanya saja bersalaman ataupun salam semut hanya untuk laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan saja.

Satu lagi yang menarik perhatian saya waktu awal-awal tiba di Mesir adalah mereka akan mengucapkan “Shollu ‘ala nabi” (berselawatlah kepada nabi) kepada orang yang sedang terlibat cekcok di sekitarnya. Artinya, mereka akan menyuruh orang yang sedang terlibat adu mulut atau bertengkar untuk bershalawat kepada nabi agar mereka sadar bahwa mereka adalah umat nabi yang mulia, sehingga mereka merasa malu dengan apa yang sedang mereka lakukan. Yang menariknya lagi, bahwa orang yang sedang marah besar pun akan berhenti untuk mengucapkan shalawat. Dan biasanya setelah itu kemarahannya akan reda tanpa menyisakan dendam di antara mereka.

Di Mesir, perang mulut adalah sesuatu yang wajar, namun hal itu biasanya tidak sampai berakibat adu jotos atau anarkis lainnya, karena memulai memukul orang bagi mereka sangat aib dan hukumannya juga berat. Setelah selesai perang mulut, mereka biasanya akan kembali seperti semula tanpa saling dendam, sehingga meskipun Negara Mesir khususnya Kairo termasuk kota yang padat penduduk, jarang sekali terjadi perkelahian yang serius, pembunuhan apalagi amuk masa. Berbeda dengan di Indonesia, yang setiap hari hampir ada saja berita kasus pembunuhan, tawuran antar sekolah, amuk masa bahkan bentrokan antar kampung.

Kata “amuk” pun akhirnya masuk dalam daftar bahasa Internasional. Baca kalimat berikut: amok also spelled amuck or amuk), is derived from the Indonesian/Malay/Filipino word amuk, meaning “mad with rage” (uncontrollable rage) amuk berarti kemarahan yang tidak bisa terkontrol.

Budaya Mujamalah

Mujamalah atau basa basi adalah ungkapan hal-hal yang tidak serius. Dalam percakapan umumnya dibuka dengan basa-basi, misal tanya kabar, memuji dan hal-hal lainnya. Basa basi menjadi budaya yang wajar di setiap Negara, namun Mesir memiliki budaya basa basi yang over. Untuk memulai pembicaraan di telpon misalnya, mereka akan melakukan basa basi hampir selama 2 menit, padahal tujuan intinya kalau dibicarakan tidak lebih dari 10 detik saja.

Jangan heran kalau Anda pergi ke Mesir dan membeli barang atau membeli sesuatu lainnya, ketika anda mau membayarnya sang penjual menolak bayaran Anda dengan mengatakan “Kholi” artinya free atau tidak usah bayar. Anda harus ingat bahwa itu hanyalah basa basi saja. Sebaiknya Anda mengatakan jazakallah dan tetap harus membayarnya.

Budaya Memuji Yang Over

Orang Mesir sangat suka memuji, dan ini sebenarnya bagian dari mujamalah mereka. Meskipun pujian mereka terkadang sangat berlebihan, tapi bagaimanapun menurut saya memuji lebih baik daripada mencaci.

Kebiasaan orang Mesir kalau bertemu orang asing, mereka akan menanyakan kabar dan asal daerah mereka, kalau saya menjawab saya dari Indonesia, mereka akan langsung mengucapkan ahsanu naas (sebaik-baik manusia). Eh, tapi tunggu dulu jangan terlalu Ge eR dan merasa bangga sehingga Anda terasa terbang, karena meskipun masyarakat Indonesia di Mesir terkenal baik dan mempunyai adab yang tinggi, mereka juga akan mengatakan yang sama ke orang Rusia, Malaysia juga Turky atau yang lainnya.

Orang Mesir Gemar Membaca Al Qur’an

Anda jangan terperanjat ketika berkunjung ke Mesir dan melihat orang membaca Al qur’an di dalam bus umum dan jalan raya. Hal itu biasa mereka lakukan, apalagi pada bulan Ramadhan. Atas pengaruh Universitas Al Azhar dan ulama-ulamanya, masyarakat Mesir pada umumnya dan mahasiswa al Azhar pada khususnya sangat perhatian dengan hapalan Al Qur’an.

Banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke sekolah tahfidzul qur’an, agar nanti anaknya bisa hapal al Qur’an secara penuh. Ternyata menghapal al Qur’an juga bisa untuk melatih kecerdasan otak dan mempertajam daya ingat anak.

Isy, Ful dan Ta’meya

Isy adalah makanan pokok Mesir, bahan makanan pokok ini adalah gandum. Ful dalam bahasa Indonesianya adalah kacang. Kacang ini direbus hingga lembut dan berwarna coklat kemudian diberi bumbu garam dan minyak. Adapun Ta’meya adalah sejenis gorengan yang terbuat dari daun yang dihaluskan. Saya tidak tahu persis dari daun apa ta’meya itu dibuat, yang jelas bukan dari daun kurma.

Ketiga makanan tersebut adalah makanan sehari-hari masyarakat Mesir pada umumya. Biasanya makanan tersebut disantap sebagai sarapan atau makan pagi dengan menu tambahan acar. Orang Mesir sangat memperhatikan makanan, mereka biasanya tidak akan memakan makanan yang belum pernah mereka coba atau yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Ketika kami membeli sarden, sarden itu saya masak terlebih dahulu dengan menambah bumbu-bumbu masakan. Teman-teman saya dari Mesir heran melihat saya memasak sarden. Biasanya mereka memakan sarden dengan tidak dimasak dan memadukannya dengan roti. Pada awalnya mereka tidak mau memakan sarden masakan saya, akan tetapi setelah saya paksa, akhirnya mereka mau mencoba. Ternyata mereka suka dengan cara saya memasak sarden, dan mengatakan bahwa saya ahli memasak.

Daging dan susu adalah makanan tambahan orang Mesir, dalam 3 hari sekali mereka harus memakan daging. Mungkin dari makanan-makanan yang sering mereka konsumsi, seperti ful dan daging inilah yang membuat badan mereka besar.

Untuk masalah minuman, kami tidak pernah melihat orang Mesir menjual es teh. Di mesir tidak ada es teh, yang ada justru mereka heran ketika kami membuat es teh pada musim panas. Mereka hanya tahu kalau teh itu pasti panas. Tapi jangan terburu menganggap kalau Mesir tidak mempunyai bermacam minuman. Mesir mempunyai bermacam-macam minuman yang mungkin tidak ada di Indonesia. Kalau musim panas, berbagai variasi minuman dijual di pinggir-pinggir jalan, seperti ashab ashir (perasan tebu), tamar hindi (asam) dan shabiya. Minuman dingin tersebut sangat cocok diminum pada musim panas.

Ada juga jenis minuman yang diminum saat masih hangat, seperti kerkedai, yansun dan ni’na’, semuanya terbuat dari daun maupun biji tumbuh-tumbuhan. Tidak jauh berbeda dengan teh, hanya saja mempunyai rasa yang berbeda-beda.

Antara Mesir dan Negara-negara Arab Lainnya

Sebagai salah satu bangsa Arab, ternyata Mesir dari segi berpakaian jauh berbeda dengan Negara-negara Arab lainnya, khususnya kawasan Teluk. Dalam berpakaian sehari-hari, masyarakat Mesir lebih sering memakai kemeja dan celana panjang. Hampir sama dengan di Indonesia, bedanya di Mesir tidak ada batik.

Untuk pakaian pegawai pemerintahan, mereka memakai seragam jas dengan dasi yang melilit di lehernya, sama dengan seragam pejabat pemerintahan Negara-negara Eropa. Masyarakat Mesir tidak memakai imamah seperti Negara-negara Arab pada umumnya, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, dan Irak. Imamah atau surban adalah kain penutup kepala, biasanya diatasnya dilingkari dengan iqal berwarna hitam seperti angka zero 0.

Mungkin itulah sekilas tentang keunikan masyarakat Mesir dan masih banyak lagi keunikan-keunikan lainnya yang belum digali dan disajikan disini. Sebenarnya setiap negri mempunyai ke-unik-an tersendiri. Semoga kita bisa mengambil contoh yang baik untuk kita tiru dan mengetahui kebiasaan buruk untuk kita hindari dan tidak kita ikuti.

51 Responses to “Uniknya Masyarakat Mesir”

  1. Siti Fatimah Ahmad said

    Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah… akhirnya saya seperti berada di Mesir walau tidak pernah lagi menjejaki kaki ke sana. Membaca posting Ahmad Farisi ini, cukup memberi gambaran yang mantap bahawa Ahmad Farisi punya perhatian yang baik dalam menanggapi sesuatu peristiwa yang melingkari kehidupan. Cukup aneh pada pandangan mereka yang belum menyusuri jalan kehidupan masyarakat setempat. Namun aat menarik untuk mengetahuinya.

    Saya amat tertarik dengan budaya bertanya khabar yang sungguh nyaman dan meyejukkan hati,juga budaya salam semut (tapi rasa merinding, kalau tangannya sampai menepuk punggung.. he.. he..) yang mengeratkan hubungan silaturahmi dan yang paling saya cintai adalah budaya membaca al-Quran.. suatu yang jarang dilihat di Malaysia atau tempat lain di dunia. Mudahan kita juga berusaha mempraktikannya selain budaya membaca buku.

    Saya selalu juga ingin tahu…. mengapa tubuh orang Arab ini besar-besar belaka, kerana pelajar Arab di Fakulti Pendidikan, UKM juga punya tubuh yang besar dan gempal… ohh..kerana makan ful dan daging selalu ya. Alhamdulillah, saya jarang makan kedua jenis makanan ini… harap tidak segempal mereka.. he..he.. Bersyukur kepada Allah kerana dengan banyaknya budaya dalam pelbagai bangsa di dunia, pengetahuan kita semakin luas, pengalaman kita semakin mantap dan keimanan kita kepada Allah swt semakin utuh dan kukuh. Allahu Akbar.

    Ok.. jumpa lagi Ahmad Farisi… senang dapat membaca info yang menarik dan pengalaman hidup Ahmad Farisi di sana.. Semoga berjaya dengan ijazahnya. Salam mesra selalu.

  2. Wa ‘alaykumussalam wa rahmatullohi wa barakatuh…

    saya setuju dengan bunda, budaya yang baik dari negara lain seharusnya bisa disosialisasikan dan dipraktekkan.

    tidak semua orang Arab makan ful, kemarin teman dari Aljazair mengatakan kalau di negaranya tidak ada ful.

    maaf sudah lama tidak menyapa bunda. sebulan kemarin saya sangat sibuk mengurus ijazah, untuk membuka blog saja jarang apalagi mengirim komment ke sahabat2, rasanya kangen banget. alhamdulillah sekarang baru bisa buka blog dan mempostkan satu tulisan. salam ukhuwah bunda

  3. wah ka;p orang indonesia yang gatau bakalan ga di bayat tuh barang

  4. iya hehe….. makanya harus tau budaya2 asing. pernah juga teman saya ngerjain. waktu orng mesir bilang kholi/free, teman saya langsung kabur, tapi akhirnya dikembaliin lagi hehe…🙂 lucu

  5. Assalamu’alaikum,
    Setiap bangsa, punya budaya masing-masing, terima kasih atas postingan yang menanambah ilmu pengetahuan ini.

    Wa alaykumussalam Wr. Wb.

    ya betul,
    lain kolam lain pula ikannya, mari kita jaga budaya baik yg ada pd bangsa kita.

  6. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan, teruslah berbagi, walau hanya membaca terasa seperti dimesir “Izzayak?, amil ee? Dan kaifa halak”? Alhadulillah, Alhadulillah, Alhamdulillah
    Salam Takzim Batavusqu

    hemmm… Izzayak ya batavusqu? anta bikhair…?
    hehe aya aya wae…

  7. nengthree said

    Dari sekian banyak keunikan masyarakat mesir..
    “kholi”
    itu yang paling diingat..
    Hehee..
    Trimakasih infonya

  8. hasruL said

    bagiku yang menarik, adalah budaya salam semut…😉 kenapa karena semut juga hewan inspirated bagi manusia…😉

  9. Hary4n4 said

    Blog ini, banyak memberi cakrawala baru pada saya, utk melihat lebih banyak tentang kehidupan manusia…. Makasih banyak utk info2nya…. Mari saling menghormati dan menghargai adat dan budaya dari segala umat manusia….

      Ambil yg baik dan bermanfaat

    ….saya suka sekali ini….
    Salam hangat dan damai selalu….

    Setuju sekali.. “Ambil yg baik dan bermanfaat”

  10. senang rasanya blue kedatangan abangku lagi
    pa cabar
    salam hangat selalu
    blue selalu merasa merindukan semua postingan darimu

    Ahlan wa sahlan Blue… ana juga senang akhi blue msh mw datang kesini walau sudah lama ana blog ini kurang keurus karena suatu kesibukan.

    salam hangat juga

  11. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Selamat pagi kang Farisi, apakabar semoga tetap sehat ya, walau kesibukan melelahkan badan kang Farisi
    Salam Takzim Batavusqu

    Ahmad Farisi ya, sekarang masih pagi tapi mungkin di Indonesia sudah siang karena bedanya 5 jam. jadi saya ucapkan “selamat siang” ke Kang Batavusku. hatur nuhun atas doanya
    moga kang jg sehat ya

  12. D3pd said

    Semoga saya bisa mengajak keluarga besar untuk mengunjungi kota mesir!

  13. Putra said

    Ow, beda banget ya sama orang indonesia,,
    jadi pengen ke mesir nih,,
    makasih infonya Om,

  14. Hhmm..Mesiirrr…Akankah saya bisa ke sana nantinya ya Mas…
    Melihat peradaban Islam yang sungguh luar biasa sejak zaman dahulu…

    Unik sekali yaaaa🙂

  15. antokoe said

    Mesir jadi inget adegan film KCB, tapi disini jadi lebih lengkap…

  16. yusup said

    kapan ya saya bisa kesana?

  17. mahardhika said

    Unik ya…..
    santun n alim juga pastinya…membaca Al quran sekaligus memahami pastinya…..:)

    terimaksi atas postingannya mas..

  18. dithoap said

    Hi salam kenal,
    Blognya bagus!!!

    Kunjungin blog saya,

    http://dithoap.wordpress.com

  19. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Sekedar mampir kang, mau ngucapin selamat sore, lanjut ya kang
    Salam Takzim Batavusqu

  20. selamat malam sahabat
    selalu memberi supoert untuk abangku ini
    salam hangat selalu

  21. ABDUL AZIZ said

    Assalamu’alaikum,

    “Izzayak?, amil ee? Dan kaifa halak”? Alhadulillah, Alhadulillah, Alhamdulillah. Asyik juga ya kalau bisa ke Mesir. Asyik sekali mas ceritanya. Teruskan bagi-bagi cerita yang menarik mas.
    Terima kasih.
    Salam

  22. Andai aku juga bisa ke sana….semoga suatu saat..!
    Sudah lama enggak maen ke blognya Ahmad Farisi…!
    Salam Hangat

  23. selamat malambang
    semoga sehat selalu y
    salam hangat selalu

  24. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Lari-lari-lari mau ditutup buruan, heh ngeheh ngeheh, cepat mau ditutup pintunya.. doh jangan kentut dong, lari aja sampai terkentut-kentut
    Salam Takzim Batavusqu

  25. mikha_v said

    ya dalam diskusi, perbedaan pendapat, maupun perdebatan, yang ideal haruslah seperti itu. Tidak adu emosi, melainkan adu akal. Tidak adu penghakiman, melainkan adu argumen. Setelah debat, jalan lagi sama2, atau makan2 bersama2😀.

  26. waaahhh….Q br tw klo org Arab ska basa-basi wkt jual-beli, klo Q se ttp blg jazakillah tp lgs ngeloyor g sah byar hehehehehe….

  27. Batavusqu said

    Assalamu’alaikum
    Salam Takzim
    Mengaupdate postingan bagi yang sering blogwalking itu mudah jua kang, asal jangan lupa menyebutkan sumbernya.. Kalau saya belum bakat nulis kang, jadi masih copas dari sumber asli.
    Karena materi update yang saya sajikan masih seputar budaya bangsa ini kang.
    Terima kasih pembentuk ide ini saya simpan ya sebagai referensi saya.
    Salam Takzim Batavusqu
    Wassalam

  28. adelays said

    Terima kasih atas tulisannya mas.
    Saya senang sekali dengan tulisan tentang budaya-budaya dari negara lain, apalagi kalau jauh sekali dari Indonesia.

  29. riza_kasela said

    Kalo orang Indonesia budaya “ngaret” bro
    Hehehe……
    Kunjungi juga blog saia yang lainnya di http://rizaherbal.wordpress.com/

  30. ikiakukok said

    lain ladang lain belalang mas. di sini kalo setiap ketemu terus langsung memuji sebaik2nya manusia malah bisa dianggap penjilat🙂

  31. kumenulis said

    artikel yang menarik, jadi tau tentang Mesir selain dari menonton “Ketika Cinta Bertasbih”

  32. achoey said

    wah, tradisi di Mesir, dan kebanyakan baik ya
    indah di sana

    salam sobat
    makasih dah sering baca blog sederhanaku
    🙂

  33. kenangamu said

    yah begitu indah budaya disana ..
    mengeratkan silahturahmi….

    salam knal..

  34. jd nambah wa2san nih .. sukses di negeri rantau mas😉

  35. dedekusn said

    Postingan yang menambah pengetahuan,
    Kebiasaan yang banyak manfaatnya,
    Salam & sukses untuk saudaraku di Mesir!

  36. Siti Fatimah Ahmad said

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

  37. aditya said

    wah……refleksi tentang kehidupan nih…..bisa jadi arana untuk menambah introspeksi serta pelajaran buat q secara pribadi…..thanks…

  38. malam bang
    pa cabar
    semoga sehat selalu y
    salam hangat dari blue
    met lebaran haji

  39. Boy sandy said

    Alhamdulillah..3x

  40. sonya said

    wah bagus sekali mas artikelnya, saya benar2 merasa berada di Mesir hihihi, oh iya mas lengkapi juga artikelnya dengan cara pernikahan mereka dunk, dr mulai kenal hingga menikah, oh iya mereka tidak mengenal pacaran kan yah, beda dengan Indonesia, makanya sy mau tau prosesnya🙂 tq

  41. ai noor said

    kapan bisa ke Mesir yaa?hmmm…..
    eh mas jadi pengen nanya….saya punya teman dari mesir (suez)
    katanya dia mau ngirim oleh2 mesir tapi sampai sekarang blm nyampe
    apa mungkin itu cuma basa basi aza? ( kholi )?

  42. ayu syuyuqoh said

    kholi???
    whaha..
    ada g yah penjual di sni yg kyak gtu????
    kalau ada pada tekor….

  43. What is in which thing in the actual header?

  44. dewiayman_badawy said

    alhamdulillah terima kasih udah nyajikan artikel yang bagus. Alhamdulillah artikel ini bisa saya jadikan petunjuk di mesir nanti karena suami saya orang mesir dan kami udah punya anak satu, Insya Allah kami akan ke mesir bulan 11 tahun ini. Saya jadi agak takut mau kesana karena sampai sekarang belum pernah ketemu mertua hanya melalui webcam aja. Jadi saya harap bisa dapat informasi yang lebih lengkap.
    wassalam

  45. […] href=”https://ahmadfarisi.wordpress.com/2009/11/03/uniknya-masyarakat-mesir/” target=”new”> Silahkan klik di sini […]

  46. whitemisk said

    Assalamualaykum warahmatullah, klo boleh ana butuh informasi/gambaran kehidupan para imam dimesir, soalx saat ini ana nyusun skripsi yg akan mengkritik novelx nawal el sadawi, jd butuh bnget sama informsix.syukron

  47. Mira said

    aku punya teman chating orang mesir, pantes aja dia muji2 terus gak berhenti2, nyampe aku heran ko orang ini baik banget ya, pantesan basabasi kali ya, kirain orang sunda aja yang banyak basa-basi😀, tapi dengan cara itu kita jadi gampang akrab hehehe

  48. Charista said

    Alhamdulillah terimakasih cerita pengalamannya pak. Saya akan ke Mesir dalam waktu dekat ini, tulisan bapak menambah pengetahuan saya tentang Mesir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: