Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Sesungguhnya Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Posted by Ahmad Farisi on 25 June 2009

Dalam perjalanan hidup ini, terkadang kita menemukan sesuatu yang tidak kita inginkan. Tapi hal itu datangnya secara tiba-tiba, bahkan tidak pernah terbayang oleh kita bahwa hal itu akan terjadi dan akan menimpa diri kita. Itulah kehidupan… jangan pernah berpikir bahwa kita tidak akan pernah menemukan masalah, itu tidak akan mungkin, karena kita memilih hidup di dunia ini adalah sebuah masalah dan selalu sembunyi dari masalah adalah masalah besar.

 Tadi sore, seorang teman lewat chating mengatakan kepada saya bahwa ia baru terkena musibah. Saya kaget mendengarnya, lantas saya tanyakan, musibah apa? Ia menjawab, “kerjaku selama dua hari ini sia-sia belaka”. Walaupun kami hanya lewat chating dan tidak saling menatap, tapi saya merasakan bahwa ia sedang keletihan dan sangat terpukul dengan musibah yang menimpanya. Saya sudah bisa menebak kalau yang ia maksud kerja sia-sia tadi adalah tulisan untuk skripsinya. Apakah kedelet? Tanyaku hati hati. Bukan…tapi hilang entah kemana, padahal sudah saya save tapi ternyata tidak ada, ufh….! Ujarnya.

 Saya tahu akan kekesalan dan kesedihannya, apalagi dia bilang bahwa kemarin ia sampai tidak tidur malam kecuali hanya sebentar, untuk menyelesaikan skripsinya, ia begadang sampai pukul 3,30. Ia juga pernah bilang bahwa hari rabu skripsinya sudah harus disetorkan pada dosen pembimbing, ternyata tepat pada hari H nya tulisannya lenyap entah kemana. Dalam bathinku saya mengatakan, kalau saya bisa membantu mungkin saya akan membantunya. Tapi saat ini yang baru bisa saya lakukan adalah mendoakan agar urusannya dimudahkan oleh Alloh. Doa itulah yang sering saya mintakan untuk teman-taman saya.

Sampai di situ chating kami terputus, karena di tempat saya sudah hampir masuk waktu Maghrib, sedang di tempat ia tinggal barangkali malah sudah larut malam. Ia bilang kalau tadi ba’da maghrib ia baru meluapkan kesedihannya selama 30 menit. Dan teman-temannya menyarankan agar ia ambil wudhu’ lalu shalat dan kemudian tidur. Saya hanya berucap, “silahkan tidur kalau itu bisa menghilangkan duka”.

Setelah selesai shalat maghrib saya merenung sebentar, saya turut berduka atas musibah yang baru menimpa teman saya tadi, saya merasa kasihan dengannya. Saya menarik napas panjang lalu melepaskannya pelan-pelan. Kemudian saya mulai bertanya pada diri saya sendiri, benarkah kerja dia selama dua hari sia-sia belaka? Apakah kita selamanya hanya akan melihat hasil tanpa mau menengok proses? Bukankan keberadaan kita di sini sekarang ini juga telah melalui proses yang panjang? Apakah kita hanya peduli dengan materi dan melupakan sesuatu di belakang materi? Apakah kerja kita selama ini hanya karena tuntutan dan tidak pernah mengharap pahala darinya? Apakah kita tidak pernah berharap bahwa kerja yang di mata kita sia-sia menjadi sesuatu yang mulia di sisi Alloh dan mengandung pahala yang melimpah? dan  masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengitari pikiranku.

Sebenarnya setiap peristiwa mempunyai makna dan setiap kejadian menyimpan hikmahnya. Banyak manusia terkadang kurang sabar ketika berhadapan dengan masalah maupun ujian, walapun sebanarnya ujian itulah yang akan meninggikan derajatnya. Tidak jauh berbeda dengan ujian di dalam kelas, yang sebenarnya ia adalah sebagai jembatan yang akan mengantarkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Seberat apapun ujian kita jangan pernah berburuk sangka kepada Alloh. Bisa jadi sesuatu yang Anda benci padahal ia baik bagimu, dan bisa jadi apa yang Anda sukai padahal ia buruk bagimu, dan Alloh mengetahuinya sedangkan engkau tidak mengetahuinya. Ingatlah bahwa Alloh maha penyayang, ingatlah bahwa Alloh maha pengampun dan ingatlah bahwa Alloh tidak akan mencelakakan hambanya yang beriman kepadaNya.

Pernah ada suatu cerita mengenai orang yang tertinggal pesawat karena ada kesalahan pada jadwal keberangkatan. Ia tertinggal pesawat beberapa jam yang lalu. Ia marah besar dan protes kepada petugas bandara dengan mengamuk-amuk di sana. Ia mengatakan bahwa ia ada rapat yang akan menentukan nasib bisnisnya. Kalau jam ini tidak berangkat juga, maka sudah dipastikan bahwa ia tidak akan bisa menghadiri rapat dan keanggotaannya akan dihapus. Ia sangat stress dan memarahi habis habisan para petugas bandara yang ada di situ, sampai akhirnya ia tidak sadarkan diri. Ketika dia siuman, maka  disampaikannya kabar kepadanya bahwa pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan semua penumpangnya meninggal dunia seketika.

Mendengar berita tersebut, orang itu tersentak hingga sebelum akhirnya menangis, kedua pipinya dibasahi oleh air matanya. berulang kali ia mengucapkan astaghfirulloh memohon ampunan dari Alloh. Orang itu melakukan sujud syukur karena ia tidak jadi berangkat menaiki pesawat yang naas itu. Oh… betapa Alloh masih sayang kepadaku, ucapnya lirih. Ia lantas meminta maaf kepada para petugas bandara. Ia bersyukur karena gagal berangkat dan tidak henti-hentinya memuji Alloh.

Cerita di atas hanyalah sebagai contoh, dan tentunya masih banyak lagi cerita-cerita seperti ini yang terjadi disekitar kita. Mungkin terjadi pada teman dekat kita, keluarga kita, orang-orang yang kita kasihi, bahkan barangkali kita sendiri juga pernah mengalaminya.

Berhentilah dari menyesali diri, seribu kali penyesalanmu tidak akan dapat merubah keadaan. Lupakanlah masa pahit dan kuburlah ia dalam-dalam atau biarkan ia hanyut bersama limbah hitam. Bukalah lembaran baru yang masih bersih, cuci tanganmu dari lumpur dan mulailah menulis pada lembaran barumu. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Berhentilah dari kesedihan, Anda bukanlah satu-satunya orang yang mendapat cobaan, bahkan bisa jadi cobaan orang lain masih jauh lebih berat dari cobaan Anda. Belajarlah dari kisah Yusuf, dan ambillah ibrah darinya, sesungguhnya ia adalah kisah yang nyata bagimu.

Berhentilah menangisi nasib, usap air matamu dengan sapu tangan yang sudah lama kau simpan. Ketika malam sudah mulai membuta itu pertanda bahwa fajar sebentar lagi akan tiba. Ketika masalah sudah sangat menghimpit itu pertanda bahwa solusi akan segera datang. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Lihatlah dunia di sekelilingmu, sesungguhnya ia diliputi oleh senyuman.

Kairo di musim panas

3 Responses to “Sesungguhnya Bersama Kesulitan Ada Kemudahan”

  1. Mushab said

    Yaah tulisanya mirip orangnya, kalo lagi serius seriuss mulu, hhhhhhehhehehehhe alakullihal lumayan deh dape nilai 6

  2. “SURE”

  3. Hnurhidayah said

    SubhanaAllah hatimu pasti hati yg
    Lembut ..sukses yaa mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: