Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Refleksi 63 Tahun Indonesia Merdeka

Posted by Ahmad Farisi on 22 August 2008

merdeka!!!

merdeka!!!

Oleh: Ahmad Farisi

www.ahmadfarisi.wordpress.com

Sudah setengah abad lebih Indonesia merdeka dari cengkeraman penjajah, yaitu sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus tahun 1945. Ibarat manusia Indonesia sudah bisa dibilang dewasa, bukan lagi anak balita yang baru latihan berjalan dan harus dibayang-bayangi orang lain dibelakangnya. Momentum kemerdekaan adalah momen yang sangat tepat untuk kita jadikan “spirit baru” guna mengisi kemerdekaan menuju Indonesia baru.

Di tengah kompleksnya problem bangsa ini, mulai dari krisis energi, memudarnya kepercayaan pada pemerintah, menurunnya jiwa patriotisme, dekadensi moral bahkan sikap masyarakat yang apatis, Indonesia harus tetap bisa bangkit dan berusaha memahami masalahnya sehingga tau bagaimana ia harus melangkah, semuanya adalah butuh kesadaran dan usaha, kesadaran akan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia, dan usaha bagaimana memanfaatkan potensi yang ada.

Indonesia adalah Negara besar dengan luas wilayah total:1,904,556 km2, air: 4,85% dan jumlah penduduk 234.693.997 jiwa, (merut perhitungan bulan Juli 2007). Indonesia juga merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 17,508 pulau, alamnya indah, tanahnya subur, sumberdaya alamnya melimpah, kaya akan budaya dll, semua itu adalah potensi yang dimiliki bangsa Indonesia dan belum tentu dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dinia. Pernah dikatakan dalam bukunya mas Hasyim: “Bagi Singapura, apalah artinya punya pesawat tempur yang super cepat, kalau baru terbang beberapa detik saja sudah melanggar wilayah (Negara tetangga) Indonesia dan Malaysia”?

Betapa Negara-negara tetangga dibuat kalang kabut tidak karuan hanya karena ada sebagian hutan Indonesia yang terbakar.

Negara yang mempunyai kriteria di atas, yaitu Negara besar, kaya raya alamnya serta jumlah penduduk yang banyak adalah modal besar untuk bisa menjadi Negara kuat dan maju, bahkan menjadi Negara super power yang disegani oleh Negara-negara di dunia sekalipun, sehingga Ricky Susanto seorang pengusaha sukses -setelah menganalisa potensi Indonesia- dengan optimis menulis buku berjudul: “Tahun 2015 Indonesia Negara Terkaya N0 5 di Dunia”.

Tapi apakah Indonesia sudah ada tanda-tanda menuju kejayaan dan menjadi Negara yang disegani? Ternyata itu baru sekedar BBM, (Baru bisa mimpi). Betapa Indonesia masih harus berjuang memeras keringat untuk mempertahankan NKRI dari gangguan dan intervensi pihak asing, bahkan terkadang harus menanggung malu atas ulah bangsa lain kepadanya, betapa Indonesia masih sering kecolongan kekayaanya, terutama kekayaan laut dan bumi yang menjadi incaran Negara-negara rakus, bukan saja kekayaan yang sering kecolongan, wilayahpun pernah kecolongan, salah satunya adalah pulau Ligitan dan Sipadan yang sekarang sudah jatuh di tangan Negara tetangga Malaysia. Setelah dua pulau lepas, kini giliran pulau Ambalat yang sampai saat ini masih tarik-menarik dan saling klaim antara Indonesia dan Malaysia. Indonesia tidak boleh jatuh dalam satu lubang yang kedua kalinya, dulu jatuhnya pulau Ligitan dan Sipadan pada Malaysia disebabkan karena Indonesia lengah, dimana ketika dalam masa vakum menunggu keputusan dari Mahkamah Internasional (MI), Malaysia terus membangun pulau tersebut, sementara Indonesia dengan sangat patuh pada perintah agar tidak menyentuh pulau tersebut sampai ada keputusan dari MI, akan tetapi akhirnya MI memenangkan Malaysia atas sengketa pulau tersebut dengan pertimbangan bahwa Malaysia lebih antusias memiliki pulau itu.

Semua itu merupakan bukti bahwa Indonesia masih dianggap lemah oleh sebagian pihak asing, kekuatan kita belum cukup kuat dan disegani, sekaligus sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia sebenarnya masih dijajah, walaupun setiap tahun kita merayakan kemerdekaan. Sudah saatnya Indonesia sadar dan usaha, usaha untuk menyiapkan sumber daya manusia yang ada, banyak SDM Indonesia yang hebat-hebat dan tidak kalah dengan Negara-negara maju, akan tetapi banyak yang pergi atau diambil oleh Negara lain karena kurang diperhatikan dan dimanfaatkan oleh negaranya. Nampaknya perjuangan Indonesia masih panjang untuk bisa disebut Negara yang benar-benar merdeka, dan setiap individu Negara ini bartanggung jawab untuk itu. Hidoep Indonesia! Merdeka…!!!

One Response to “Refleksi 63 Tahun Indonesia Merdeka”

  1. lucky said

    mas aku minta artikelnya yah buat bahan kuliah, makasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: