Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Manusia dan problem kehidupan

Posted by Ahmad Farisi on 12 August 2008

Curhat Seorang Anak Manusia

Sehabis ujian saya langsung pulang,

saya terasa sangat lelah karena semalam kurang tidur,

muqarrar yang tebal dan jaraknya cuma sehari memang sangat merepotkan,

apalagi kalau doktor bilang kulluhu Muqarrar, waahh….wahh…???

Sesampai di rumah, langsung kubaringkan tubuh yang lemas ini,

tak lama kemudian terdengar DOK DOK DOK…DOK DOK DOK…,

Ada kakek tua yang memukuli pintu rumahku pakai tongkat,.

Kakek ini siapa…? Dan mau apa…?. Tanyaku terkejut.

Lho lho…, kan kamu yang sedang mimpi? Jawabnya tersenyum lebar…

aku Mbah Maridjan (MM), penunggu gunung Merapi.

AKU:

(Haa.. Mbah Maridjan hadir dalam mimpiku???)

ya udah katakan sekarang, mbah ada perlu apa?.

MM:

Saya tidak perlu apa-apa dari kamu,

saya hanya ingin ngomong sebentar denganmu.

AKU:

Tidak bisa! saya sangat sibuk hari ini, saya tidak punya waktu,

lain kali aja! Please deh mbah!

MM:

Walaupun hanya lima menit saja?.

AKU:

Pokoknya tidak bisa, titik!.

MM:

Kamu sedang punya masalah besar anakku, kamu harus sadar itu.

AKU:

Oke, sekarang katakan! Mengapa hidup ini sangat membosankan?

Hidup ini penuh dengan masalah!.

MM:

kamu memilih hidup di dunia ini adalah sebuah masalah,

perpikir untuk hidup yang tanpa masalah, adalah masalah besar,

jangan berpikir mengapa ada masalah, perpikirlah mencari solusinya.

AKU:

Menurut mbah, mengapa kita manusia sering merasa cemas dan kurang begitu senang dengan keadaanya?

MM:

Hari ini adalah hari yang mana kemarin kamu khawatirkan.

Kamu merasa khawatir, karena kamu selalu disibukkan dengan hari esok yang belum tentu kamu jumpai, kekhawatiran sudah menjadi kebiasaanmu, sehingga kamu tidak pernah merasa senang dengan keadaannya.

AKU:

Tapi bagaimana mungkin manusia tidak khawatir,

kalau hidup ini penuh dengan ketidakpastian?

MM:

Ketidakpastian adalah rahasia ilahi,

dan ia adalah sebuah ujian.

Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU:

Banyak manusia yang merasa sakit karena ketidakpastian,

MM:

Rasa sakit adalah sunatullah, dan ia adalah sebuah ujian.

Tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU:

Ketidakberhasilan terkadang membuat saya menderita,

apa yang harus saya lakukan?

MM:

Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat orang lain,

Kepuasan adalah ukuran yang kamu buat sendiri.

Berpikirlah positif, kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda.

Jadikanlah itu sebagai batu loncatan.

AKU:

Kadang-kadang saya perpikir,

seandainya saya adalah mereka orang yang sukses.

Harus menjadi siapakah saya ini?

MM:

Jadilah diri kamu sendiri.

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan tentang diri kamu.

Jika kamu melihat ke luar, kamu akan bermimpi.

Jika melihat ke dalam, maka kamu akan bangkit.

AKU:

Sebenarnya apa kunci yang membuat orang sukses?

MM:

Pertama, dekatlah pada yang memberi kesuksesan.

Ikutilah keingintahuan kamu dan ciptakan tujuan,

jangan pernah takut untuk mencoba, ketakutan adalah musuh kreativitas,

hal itu sangat mencengkram kamu

Lakukanlah melebihi apa yang harus kamu lakukan.

Bekerjalah dengan kompas, biarlah orang lain bekerja hanya dengan waktu.

AKU:

Kalau begitu, sebenarnya apa faktor yang sering membuat kegagalan banyak orang?

MM:

Mentalitas menunggu adalah faktor terbesar pembentuk kegagalan.

Kamu tidak akan pernah menang jika kamu tidak pernah memulai.

Lakukanlah sekarang juga, kekosongan adalah musuh yang mematikan.

AKU:

Oh ya mbah, beritahu saya,

kesalahan apa yang sering berulang pada manusia?

MM:

-Menyia-nyiakan waktu luang dan kesehatan.

-membicarakan hal-hal yang kurang berguna.

-memberikan porsi perhatian yang terlalu besar terhadap permasalahan yang sepele.

AKU:

Sebenarnya apa yang unik dari manusia?

MM:

Jika sedang tertimpa musibah, mereka bertanya, mengapa harus aku?

Jika menerima kenikmatan, tak ada yang parnah bertanya, mengapa harus aku?

AKU:

(Kriinggg, kriingg kringg), menurut mbah suara apa itu?

MM:

Itu suara alrm kamu, kamu harus bangun. Telah tiba waktu shalat ashar untuk wilayah Kairo dan sekitarnya. Aku harus pulang lagi, memberi arahan kepada wargaku di lereng gunug Merapi, aku harus menyadarkan mereka bahwa hidup itu penuh tantangan dan diliputi berbagai bahaya, sehingga jangan sampai kita lalai.

AKU:

Satu lagi mbah…satu lagi. Nasehatnya untuk saya dan teman-teman saya?

MM:

Berusahalah selalu memperbaiki diri dan jangan pernah berhenti berpikir.

Tuhan memberi kita satu mulut dua telinga, agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Persiapkanlah dirimu matang-matang agar bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Itu aja dulu ya.

AKU:

Matur nuwun mbah Marijdan, bye bye….

MM:

Byuh biyuuuh… jangan lupa saling mendoakan sesama,

kita tidak tau doa mana yang lebih dulu dikabulkan.

Kairo, 15 Juni, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: