Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Syair-syair Seruling Daud #2

Posted by Ahmad Farisi on 9 August 2008

http://www.serulingdaud.com

Cahaya di Atas Cahaya

pribadi hurriyyah tammah adalah pribadi kaffah
hidup dengan segenggam keyakinan yang utuh
jiwanya penuh dengan hiasan taqwa
pakaian yang tiada pernah terlepaskan

hari ini lembaga suci telah terealisir
benih-benih kalimah haq telah tersebar
engkau tak akan mengenal mereka
meski seharian bergaul dengannya
karena hijab cahaya akhlakul karimah
ketawadu’an baginya jauh dari segala kenikmatan
zuhudnya di tengah keramaian hidup manusia
meski bergelimang harta takkan ada amanah yang tercecer karenanya
hutang-piutang terbereskan seluruhnya
segala amanat tersampaikan
langit dijunjung dalam keridhoan Illahi
bumi dipijak dalam riuhnya perjuangan
dengannya hidup jadi lebih berarti

setiap peristiwa punya makna
keteguhan dalam gelora derita hidupnya
ketenangan dalam kejalanan setiap langkahnya
sehingga ketika semua lampu padam
cahayanya berasal dari keabadian
dengan cahaya itulah dunia terang benderang

laa ilaaha illalloohu wahdah
sodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah
wa a’azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdah

Ibda’ Binafsikh

kutiti hari demi hari
ketika muslim bukan lagi cerita, tapi dongeng
bukan lagi kisah tapi khayalan
dimana Islam tak lebih sebagai baju simpanan

muslim kini tak faham lagi buah Qur’an
muslim kini berlari dari sistem Islam
muslim kini dibodohkan

sehingga perampokpun berkedok Islam
pelacur pencolengpun sama saja
koruptor dan sebagainya dan sebagainya berlabelkan Islam

adakah engkau pernah bertanya
berapa surat yang ia baca
berapa sunnah yang ia kerjakan
berapa sahabat yang ia ketahui

ironis memang, muslim tak kenal lagi keislamannya
sekulerisme, kapitalisme telah menghapus dinnya
sehingga Islam di matanya tak lagi kehidupan
kehidupan baginya liarnya dansa iblis

sungguh, meskipun begitu tetap kumulai langkah dari diriku

Kabut

dosa-dosa ummat ini sungguh sangat menjengkelkan
ulamanya keluar kandang pesantren
ribut untuk berebut tahta dan dunia
tendensi kebenaran dijadikan tameng
besilat lidah tak lagi takut dosa
apapun argumentasinya pasti kutolak

kemana para santri, mereka lari dalam sepi
semrawut dalam ketidaktahuan
dan ketika telur tak lagi menetaskan jagoan
mereka membikin kambing hitam
seraya telunjuk teracung kuat
tanpa sadar empat jari terarah pada diri sendiri

kemana alim robbani
mereka tetap pada tugasnya
jangan bingung oleh gelombang
tenanglah dalam ketemaraman kabut
niscaya mata kelelawarmu, samar melihatnya

teguhkan pendirian hai muslim dan muslimah!!!
jubah kebesaranmu kibaskanlah
bangun dan bercerminlah pada alim robbani
Abdal takkan mati kecuali diganti
bumi ini tiada kosong oleh paku-paku alam
bahkan sekukuh imam mereka

kadang aku juga heran
teramat parahkah kebutaan ummat untuk difahamkan

Kebangkitan

ulama dan kyai tinggal simbul
ustadz dan syekh takk lagi mumpuni
ummat sekarat kehilangan pijakan
bak nasi dihadapan orang-orang yang lapar

para murid telah lari mencari
mencari mentari barat
orang-orang telah bilang kecanggihan
semua ditelan tanpa reserve
mentah dan bulat-bulat

mabuk di dalam kehidupann khayal
pembual dan pemimpi
mudahnya melepaskan tanggung jawab
perjanjian hidup dengan Illahi Robbi

tinggallah harapanku
terbawa di pundak muslim hakiki
muslim yang tahu hakikat dirinya
merekalah tonggak pembawa maslahah
penanam benih tauhidulloh di bumi ini
merambah seluruh cabang-cabang syar’i
menjulang tinggi, menjulang tinggi
menjulang di ketinggiah fakih
Alloh Alloh Yaa Alloh, Alloh

pandai mengaktualkan syari’at Al Qur’an
mengajari insan pada kehidupan hakiki
hidup digelimang lumpur tapi tetap suci
kepada merekalah perjuangan ini dipertaruhkan

generasi harapan ummat ini
agar ummat terbangun dari tidur panjangnya

*** Judul syair-syair Seruling Daud #1, #2, #3 dan seterusnya bukanlah urutan syair, melainkan urutan memosting. Dan semua syair diciptakan oleh Ir. Anang Sulistyo Muhtadi (Pimpinan Pondok Pesantren Daud Khalifatullah).

Bersambung ke syair-syair berikutnya…

5 Responses to “Syair-syair Seruling Daud #2”

  1. Juang Fatih said

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Mohon maaf sebelumnya, karena saya bukanlah orang yang ahli dalam agama, masih terlalu dangkal dalam pemahaman. lalu, bagaimana saya harus memulainya?

    Saya pernah mendengar tentang pondok pesantren ‘Daud Khalifatullah’ yang ada di madiun. Apakah benar? Kalo bisa, saya minta alamat jelasnya.

    Terima kasih sebelumnya, Jazakallahu khoiron katsiiroo,,,

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Juang Fatih

  2. brama sulur said

    Aslm. terimakasih buat teks lagunya .

  3. Muhammad Nurdin said

    Assalamualaikum. Maaf apakah anda farisi temenku yg dulu aku jg pernah mondok di oonpes Daud ds.semen yg depan warung mas joko bukan, ??. Waktu masih mondok, namaku Kadinah asal pandeglang banten. Namaku telah di ganti muhammad Nurdin. Sekarang aku tinggal di tangerang banten. Teri.makasih dan mohon konfirmasinya kembali. Wasalamualaikum WrWb….

  4. Muhammad Nurdin@ Tepat sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: