Catatan Kehidupan ElFaRis FeLisTaNo

Never too old to learn and to do

Simbolisme Dalam Islam Tidak Penting?!

Posted by Ahmad Farisi on 12 April 2008

Islam adalah agama universal yang diturunkan untuk semua kelompok manusia sebagai way of life, sehingga agama ini akan selalu relevan dengan zaman yang selalu berubah serta iklim yang berbeda-beda.

Berbicara mengenai simbolisme islam, saya teringat dengan sebuah acara seminar yang diadakan di auditorium wisma nusantara Mesir, acara yang cukup kontrovesial dan cukup mengundang perhatian para mahasiswa untuk hadir. Ditengah-tengah acara tanya jawab seorang penanya – dari kubu yang kontra – mempermasalahkan simbolisme islam, ia menunjuk nunjuk ke presentator yang saat itu mengenakan baju koko, pecis dan berjenggot agak panjang seraya mengatakan “muslim itu tidak harus memakai pecis dan baju koko, islam itu tidak hanya dilihat dari dzahirnya saja!” dalam pikiran saya, sebenarnya pesan yang ingin disampaikan oleh sipenanya yang kebetulan seorang mahasiswa adalah, bahwa simbolisme dalam islam tidak penting.

Tentunya presentator yang dari awal tidak menyinggung masalah simbolosme sedikitpun merasa heran dan kaget, kemudian beliau menjawab dengan balik bertanya,”siapa yang mempermasalahkan pakaian? bagiku pakaian muslim adalah pakaian yang mampu menutupi aurat dan pantas, itu saja”! jawaban beliau singkat. Barangkali dari cerita pendek yang saya tangkap tadi menyisakan sebuah kesimpulan yang sederhana, yaitu memang masih ada komunitas ataupun individu yang masih sentimen terhadap simbol-simbol islam.

Terkadang saya pribadi juga kurang setuju dengan simbol-smbol islam yang disalahartikan dan disalahgunakan semaunya, sebuah fenomena yang sering kita saksikan, apalagi ketika masa kempanye pemilu telah tiba, dimana para birokrat berlomba untuk mengubah penampilan luarnya agar terkesan islami dengan tujuan mencari masa. Ada juga orang yang memakai simbol-simbol islam agar dapat mengelabui jamaahnya atau bisa seenaknya menyakiti perasaan orang lain. Tetapi saya tidak mahu meng-generalisir semua orang yang memakai simbol-simbol islam, adalah mereka yang hanya berbuat demi kepentingan dunia, sebagaimana yang dilakukan sebagian orang.

Bagaimanapun juga simbol adalah sebuah identitas, yang mana setiap orang akan cenderung menunjukan identitas dirinya. Pemakaian simbol merupakan salah satu bentuk kebebasan berekspresi yang mesti di jaga, seperti orang yang biasa memakai jubah sehari-hari, yang barangkali dengan penampilannya itu ia akan merasa lebih percaya diri, dan merasa lebih dekat dengan islam, apakah mungkin ia harus dipaksakan untuk mengenakan celana jean dan kaos oblong yang menurutnya pakaian itu kurang cocok dengannya, sehingga kalau ia pakai justru akan membuatnya kurang percaya diri.

Saya terkadang heran terhadap sebagian orang, yang sering mendengungkan kebebasan berekspresi, namun pada satu sisi ia sering terperangkap pada jurang pelanggaran hak kebebasan berekspresi. Banyak sekali orang-orang yang ingin mengkritisi suatu sombol atau budaya, namun lupa, bahwa mereka sendiri sedang terbelenggu dalam simbol maupun budaya asing yang harus lebih dikritisi.

Contoh yang simpel adalah ketika ada seorang muslim yang biasa memakai celana jean, kemudian ia mencoba mengkritik orang-orang yang mengenakan jubah, yang menurutnya jubah itu hanyalah budaya arab, sebenarnya pada saat itu juga ia sedang terperosok pada budaya asing yang lebih jauh, karena disadari atau tidak, bahwa celana jean yang ia pakai merupakan simbol, yaitu celana yag sering dikenakan oleh para pengembala sapi di bagian benua Amerika, biasanya pasangannya adalah topi bundar dan jaket, yang lebih kita kenal dengan sebutan cowboy.

Terlepas dari apakah simbol dalam islam penting atau tidak, maka sesungguhnya islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk selalu menunjukan identitasnya sebagai muslim dimanapun mereka berada, baik dengan penampilan maupim perbuatan.

Rasulullah SAW pernah bersabda ” barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk darinya” sehingga beliau memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang yahudi dengan memotong kumis dan membiarkan jenggot.

Demikian juga dengan kaum nasrani, mereka juga tidak mau ketinggakan untuk menunjukan identitasnya sebagai orang yang mengaku pengikut yesus, seperti pemakaian kalung salib bahkan tatto salib dipergelangan tangan, sebagaimana yang sudah umum dilakukan oleh orang-orang kristen qibty di Mesir, walaupun hal itu sebenarnya bukan muncul dari syariat mereka, tetapi mereka sadar betul akan pengaruh simbol-simbol dalam menunjukan eksistensinya didepan pemeluk lain serta menjaga loyalitas jamaahnya, bahkan mereka menggunakan simbol-simbol kekristenan sebagai salah satu sarana kristenisasi ditengah-tengah komunitas lain.

Saya pernah mendengar sebuah cerita dari syeikh Muhammad Hassan seorang dai di Mesir, yang namanya sudah tidak asing lagi dan otoritas ilmunya sudah tidak diragukan, beliau menceritakan suatu kejadian ketika beliau pergi ke Amerika serikat untuk sebuah misi dakwah. Ketika beliau sampai disalah satu bandara di Chicago, tibalah waktu shalat maghrib dan Isya sekaligus, maka seorang Syeikhnya menyuruh ia adzan dan mengajaknya shalat di bandara itu juga, waktu itu ia tampil sebagai imam, sedangkan kedua Syeikhnya menjadi makmum, dalam shalatnya ia membaca surat maryam, seketika itu juga suasana bandara yang sebelumnya tenang tiba-tiba berubah, perhatian orang-orang semuanya tertuju pada beliau dan kedua Syeikhnya yang sedang shalat. Bahkan mereka berkumpul mengelilinginya untuk mengambil gambar tersebut, setelah shalat selesai, seorang bapak yang kira-kira umurnya sudah mencapai tujuh puluh tahun maju seraya bertanya “siapakah kalian? Dari mana asal kalian? Mengapa kalian memakai pakaian putih-putih seperti ini? Dan mengapa kalian menempelkan keningnya di lantai? Syeikh Muhammad Hasan menjawab ” kami orang muslim dan kami menempelkan kening di lantai untuk bersujud kepada Allah. Setelah Syeikh Muhammad menjelaskan lebh lanjut, orang tua itu akhirnya bercerita bahwa dirinya sudah bosan hidup, ia sudah beberapa kali berusah bunuh diri namun gagal, ia hidup sudah sangat berkecukupan, mau kemana saja ia bisa, mau makan apa saja sudah tersedia, akan tetapi ia tidak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun, maka Syeikh Muhammad Hasan mengatakan “kalau bapak ingin bahagia cobalah sujud seperti kami, maka subhanallah orang-orang disekitarpun mencoba untuk menempelkan keningnya di lantai, akhirnya pada suatu ketika bapak tua itu beserta keluarganya mendatangi Islamic center, untuk menyatakan kesediaannya masuk islam.

Dalam kisah tadi bapak tua tersebut menanyakan mengapa kalian memakai pakaian seperti ini? Dari sini dapat kita simpulkan, ternyata seseorang akan cenderung memberi perhatian dan kagum kepada sesuatu yang masih asing baginya, ia akan mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukannya, coba seandainya saja beliau dan kedua syeikhnya hanya memakai pakaian biasa, celana panjang dan kemeja misalnya, mungkin orang-orang tidak akan berdesakan untuk mengambil gambarnya, dengan demikian simbol ternyata juga merupakan sarana dakwah, sehingga ia akan tetap menjadi penting. Wallahu a’lam bishshowab.

Elfaris Kairo Sabtu 15 september 2007.

3 Responses to “Simbolisme Dalam Islam Tidak Penting?!”

  1. bangzenk said

    salut saya,

    sepakat. tidak ada simbolitas dalam Islam, yang ada adalah tidak meniru simbol2 kaum kuffar, betul ga?

    mohon dikoreksi. ijinkan saya belajar dari saudara.

    salamhangat.
    berbagi cerita..

  2. ahmed said

    menjaga identitas keislamansangat perlu, sombolisme seperti hijab palah wajib, tapi simbolisme seperti jubah, kopyah tidak wajib tapu juga perlu, wallahu a’lam.

    thanks

  3. weee said

    m,fhnbbgkygvjklwtjm.emfe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: