Sehabis ujian saya langsung cepat-cepat pulang ke rumah. Siang ini saya merasa sangat lelah karena semalam kurang tidur, diktat yang tebal dan jaraknya cuma sehari memang sangat merepotkan, apalagi kalau dosen bilang bahwa semua dalam buku itu akan diujikan, waahh….wahh…???
Sesampai di rumah, langsung kubaringkan tubuh yang lemas ini, aku ingin tidur dan tak ingin seorangpun membangunkanku. Tak lama kemudian terdengar suara Dok dok dok…, dok dok dok…! Suara itu terdengar begitu keras mesuk ke telingaku. Ah siapa sih…? Tanya ku dalam batin. Read the rest of this entry »









Mohamed Makhafa, seorang pensiunan guru dari Arab Saudi menyatakan ingin membeli sepatu bersejarah milik wartawan Irak, Muntazer al-Zaidi yang digunakan untuk melempar Bush. Tidak tanggung-tanggung ia menawarkan harga sebesar 10 juta dollar atau lebih dari 113 milyar rupiah !
“Sepatu itu lebih berharga dari semua harta yang saya punya. Saya akan mewariskannya pada anak-anak saya dan memajangnya di museum dengan sebutan Medal of Freedom,” kata Makhafa pada Al-Arabiya.
Goerge W Bush pada hari minggu kemarin (14/12/2008) melakukan kunjungan perpisahan ke Irak menjelang berakhirnya dari kekuasaan sebagai Presiden Amerika Serikat. Sayangnya kunjungan tersebut disambut dingin oleh rakyat Irak, mereka menganggap bahwa Bush hanya ingin menutupi kegagalannya, akhirnya Bush pun mendapat kado berharga berupa lemparan sepatu. Insiden ini terjadi ketika Bush sedang menggelar jumpa pers bersama Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliky di depan para wartawan. Pelemparan sepatu tersebut dilakukan oleh seorang koresponden media TV lokal Al-Baghdady, Muntadzar al-Zaidy. Kendatipun lemparannya tidak mengenai sasaran alias meleset, namun cukup membuat Bush malu di depan Publik.










