Setelah i’tidal Rasulullah SAW bertakbir dan turun bersujud. Beliau SAW memerintahkan yang demikian ini kepada orang yang tidak benar sholatnya dalam sabdanya ”Tidaklah sempurna sholat seseorang sampai ia mengucapkan ’Sami’ Allohu liman hamidah’ sampai tegak berdiri. Kemudian mengucapkan takbir, lalu bersujud sampai ruas tulang belakangnya kembali sempuran.” (HR Abu Daud dan Hakim). Read the rest of this entry »
Archive for the ‘Dakwah’ Category
Tata Cara dan Bacaan Sujud Serta Duduk Di Antara Dua Sujud
Posted by Ahmad Farisi on 28 October 2009
Posted in Dakwah, Islam | Tagged: Bacaan Sujud, Sujud, Tata cara shalat | 4 Comments »
Amalan-Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan
Posted by Ahmad Farisi on 21 August 2009
بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Assalamu ‘alaykum Wr. Wb.
Ikhwan wa Akhwat yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala, sebentar lagi tinggal menunggu hitungan jam, tamu agung bulan Ramadhan akan segera datang menyapa kita. Bahkan mungkin di belahan bumi sana seperti Indonesia sudah memasukinya. Seluruh ummat muslim dari segala penjuru dunia serentak berbondong-bondong menyambut kedatangannya dengan menghidupkan suasana yang penuh rahmat, barakah dan maghfirah. Ramadhan merupakan pesta ibadah bagi umat Islam serta momen yang tepat untuk kita lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta, Alloh Azza wa Jalla.
Lantas persiapan apakah yang sudah kita lakukan sebagai umat Islam untuk menyambutnya? Sudahkah kita tahu amalan-amalan yang dianjurkan untuk kita lakukan pada bulan Ramadhan? Sungguh bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi kita untuk mengisi rekening kebajikan kita dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya di sisi Alloh. Karena pada bulan ini pahala ibadah sunnah dilipatkan menjadi pahala wajib dan pahala ibadah wajib dilipatkan menjadi tujuh puluh kali lipat, subhanalloh. Read the rest of this entry »
Posted in Dakwah | Tagged: Bulan puasa, Ramadhan, Shoum, Sunnah-sunnah Ramadhan | 4 Comments »
TATA CARA RUKU DAN BACAANNYA
Posted by Ahmad Farisi on 13 August 2009
Setelah membaca al-Qur’an, Beliau SAW diam sejenak. Lalu Beliau SAW mengangkat kedua tangannya sebagaimana yang telah dijelaskan pada penjelasan di depan dalam Takbiratul Ihram. Kemudian mengucapkan Allahu Akbar, lalu ruku.
A. Tata Cara Ruku
Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua lututnya . Beliau SAW
memerintahkan sahabatnya melakukan yang demikian. Juga memerintahkan orang yang tidak benar sholatnya. Kedua telapak tangan Beliau SAW tampak menekan kedua lututnya (seakan-akan mencengkram keduanya). Beliau SAW merenggangkan jari-jarinya. Lalu memerintahkannya kepada orang yang tidak benar sholatnya dalam sabdanya ”Jika engkau ruku letakkanlah kedua tangnmu di atas lututumu. Kemudian renggangkanlah jari-jarimu sampai tulang belakangmu menjadi mapan ditempatnya.” (HR Ibnu Khuzaimah & Ibnu Hibban). Read the rest of this entry »
Posted in Dakwah, Islam | Tagged: Rasululloh, Rukun Islam Kedua, Shalat yuk...!, Tata cara shalat, Tuntunan shalat | 2 Comments »
DO’A DAN BACAAN DALAM SHALAT
Posted by Ahmad Farisi on 9 August 2009
A. Doa-Doa Iftitah
Rasulullah SAW membuka bacaan dengan doa-doa yang banyak dan bermacam-macam. Beliau SAW memuji Alloh, mengagungkanNya dan menyanjungNya. Rasulullah telah memerintahkan demikian kepada orang yang tidak benar sholatnya. Beliau bersabda ”Tidak sempurna sholat seseorang sehingga ia bertakbir, bertahmid dan menyanjungNya serta membaca ayat-ayat al-Qur’an yang dihapal.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam bacaan iftitah (pembukaan), terkadang Beliau SAW membaca doa sebagai berikut:
1. Allahumma ba’id baini wa baina khotoyaya kama ba’adta bainal masyriki wal maghribi, Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqo atstsaubul abyadu minad danas, Allahummaghsilni min khotoyaya bil ma’i was tsalji wal barodi. Read the rest of this entry »
Posted in Dakwah, Islam | Tagged: Bacaan-bacaan shalat, belajar shalat, Iftitah, Tuntunan, Tuntunan shalat | 2 Comments »
Tata Cara Shalat
Posted by Ahmad Farisi on 6 August 2009
A. Mengahadap Kiblat
Rasulullah SAW dalam melaksanakan sholat fardhu dan sunnah menghadap kiblat. Beliau pun memerintahakannya demikian dalam sabdanya kepada orang yang tidak benar sholatnya, ”Bila engkau berdiri untuk melakukan sholat maka sempurnakanlah wudhumu, kemudian menghadaplah kiblat, lalu bertakbirlah” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Dalam perjalanannya Rasulullah SAW biasanya melakukan sholat sunnah diatas kendarannya (unta). Beliau juga melakukan witir diatas kendaraannya dan mengadap kemana saja kendaraannya menghadap (timur maupun barat). Alloh berfirman dalam QS al-Baqarah ayat 115 (artinya) ”Maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Alloh”.
Dalam riwayat Bukhari dan Ahmad disebutkan bahwa apabila hendak melakukan sholat fardhu, Rasulullah SAW turun dari tunggangannya lalu menghadap kiblat. Read the rest of this entry »
Posted in Dakwah, Islam | Tagged: belajar shalat, Cara shalat Rosululloh, Tuntunan shalat | Leave a Comment »
Mush’ab Bin Umair, Duta Pertama Yang Dikirim Oleh Rasululloh
Posted by Ahmad Farisi on 5 July 2009
Mushab bin Umair adalah satu diantara para shahabat Nabi SAW. Sungguh sangat indah jika kita menghayati kisahnya.
Dia seorang remaja Quraisy paling menonjol, paling tampan, dan paling bersemangat. Para penulis sejarah biasa menyebutnya sebagai “pemuda Makkah yang menjadi sanjungan semua orang”.
Dia lahir dan dibesarkan dalam limpahan kenikmatan. Bisa jadi, tak seorangpun diantara anak muda Makkah yang dimanjakan kedua orang tuanya seperti yang didapatkan Mushab bin Umair.
Mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, selalu dielu-elukan, dan bintang di setiap rapat dan pertemuan, akan berubah menjadi tokoh dalam sebuah cerita keimanan dan perjuangan demi membela Islam…?
Sungguh satu kisah penuh pesona… Kisah perjalanan Mushab bin Umair atau kaum muslimin biasa menyebutnya “Mushab Al-Khair (yang baik)”…
Dia adalah satu diantara orang-orang yang ditempa oleh Islam dan dididik oleh Muhammad SAW. Seperti apakah dia… Read the rest of this entry »
Posted in Dakwah, Islam | Tagged: Mush'ab bin Umair, Perang Uhud, Rasululloh, Sahabat | Leave a Comment »
KAPOLDA BERI HAK JILBAB BAGI POLWAN MUSLIMAH
Posted by Ahmad Farisi on 20 April 2009
Polwil Madura Mulai Berlakukan Jilbab, bagi Polwan Muslimah Polwan Berjilbab mendekatkan Polisi dgn rakyat 
Himbauan Kapolda Jawa Timur soal polwan yang boleh berjilbab disambut gembira. Yang meradang malah media asing dan aktifis liberal.
Kalau ini benar-benar dilaksanakan, maka, Anda akan melihat perobahan yang mencolok mata di Jawa Timur. Para polisi perempuan atau Polwan nya akan mengenakan jilbab,” demikian kutip Radio Nederlands. Sebagaimana diketahui, radio asing ini menanggapi agak sinis himbauan Kapolda Jawa Timur Brigjend. Pol. Anton Bachrul Alam yang meminta para polisi wanita muslimah (polwan) di jajarannya bisa mengenakan jilbab selama bertugas. Imbauan bernuansa agamis ini dikeluarkan Kapolda sejak dua minggu saat menjabat di Jawa Timur (Jatim).
“Ini peristiwa terbaru menyangkut upaya islamisasi atau pengislaman Indonesia dengan berbagai cara,” demikian tuduh radio asing ini.
Tuduhan serupa juga disampaikan aktivis perempuan yang juga aktivis liberal. “Dengan himbauan memakai kerudung itu, sebenarnya ada power di situ.. jadi polisi perempuan ini kemudian menjadi tidak bebas lagi apakah dia boleh memakai kerudung atau tidak,” ujar Adriana Venny, Direktur Eksekutif Yayasan
Benarkah demikian? Tuduhan ini ditepis Humas Polda Jatim, Puji Astuti. “Mayoritas masyarakat Jawa Timur ini kan Muslim. Kemudian Kapolda menghimbau Polwan boleh berjilbab. Sifatnya bukan instruksi atau perintah. Jadi kalaupun Polwan itu memakai jilbab, semata-mata itu karena kesadarannya diri sendiri, bahwa seorang Muslimah punya kewajiban untuk menutup auratnya, “ ujarnya.
“Kita ini adalah pelayan masyarakat. Lalu ..yang dilayani adalah mayoritas Muslim di Jawa Timur. Kemudian kalau ada himbauan itu (berjilbab) gak ada masalah, toh di luar jam dinas kami (juga termasuk saya) sudah pakai jilbab. Tidak ada paksaan seperti itu, “ tambah Puji.
Bahkan menurut Pudji, langkah ini sudah mendapat izin dari Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI di Jakarta. “Ke depan, mengenakan jilbab dan kegiatan ibadah seperti shalat berjamaah dan membaca Quran menjadi kesadaran. Bukan paksaan,” kata Pudji. Lha menariknya, di tengah gerakan Kapolda Jatim untuk menjadikan anak buah dan staf nya berakhlak baik, justru yang rebut malah media asing dan kaum liberal. [hidayatullah] Read the rest of this entry »
Posted in Analisa, Berita, Dakwah | Tagged: Hak Berjilbab, POLDA, Polwan | 8 Comments »
Lebih Baik Poligami Daripada Selingkuh!
Posted by Ahmad Farisi on 21 February 2009
Kalau hanya melihat judul, sepertinya judul di atas memang sangat profokatif sekali, bisa diprediksi bahwa tulisan tersebut pasti isinya penulis ingin mensosialisasikan poligami. Maka saya katakan bahwa prediksi itu salah, soalnya pembahasan di sini sama sekali tidak menyinggung masalah poligami, apalagi pernikahan dini yang pernah hangat dibicarakan di Indonesia. Untuk masalah yang seperti ini, lebih baik saya tutup mulut dulu, kita kembalikan saja kepada diri sipelaku masing-masing. Read the rest of this entry »
Posted in Analisa, Bisikan hati, Dakwah | Tagged: Keluarga, Selingkuh, Suami istri | 3 Comments »
Hiburlah hatimu, mari kita shalat…!
Posted by Ahmad Farisi on 18 February 2009
Iklan seru, keren & kreativ
Apapun aktifitas dan kesibukan kita, shalat adalah sebuah pilihan, cos shalat bikin hati kita tenang, adem, bikin hati fresh ghitu lho. Selain bisa ngilangin stres, shalat merupakan tuntutan agama. Bahkan kata Rasulullah, shalat di awal waktu termasuk amalan Islam yang paling utama, hmmm…apalagi kalau dilakukan di masjid berjamaah, wwauuuw…!!! Pokoknya shalat itu bikin hidup lebih hidup. Orang gaul??? jelas shalat dong. Shalat yuk…!!!
Posted in Dakwah, Intermezo, Islam | Tagged: Iklan bagus, Shalat | Leave a Comment »









Wahai Engkau yang bergelar Muslimah…Wahai Engkau wanita yang merindukan sorga…sudahkah jilbab kebesaranmu engkau kenakan? Atau sudahkah Engkau berazam akan memakai jilbabmu? Jangan Engkau jadikan jilbabmu sebagai kain simpanan yang hanya dipakai pada acara-acara tertentu. Renungkanlah perjuangan saudari-saudarimu di Prancis, Kanada dan Negara-negara minoritas Muslim lainnya. Bagi mereka untuk bisa memakai jilbab adalah sebuah perjuangan yang panjang dan melelahkan.