Risalah Wudhu….
Oleh: Akhukum Fillah, Abu Abdillah Faris (Ahmad Farisi)
Segala puji hanya bagi Allah SWT. Dialah yang Maha Suci dan menyuruh hamba-Nya untuk bersuci dari hadats. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita Nabi Agung, Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia mengamalkan sunnahnya hingga ajal menjemput. Amma Ba’du. Allah SWT mensyari’atkan wudhu atau bersuci dari hadats sebagai syarat sahnya beberapa ibadah, seperti shalat dan thawaf. Pada asalnya wudhu disyari’atkan bersamaan dengan shalat. Yang mana perintah untuk berwudhu ini pada dasarnya diperintahkan kepada seseorang apabila ia hendak melaksanakan shalat. Allah SWT berfirman: [QS Al Maidah: 6]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمْ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيداً طَيِّباً فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.[QS Al Maidah: 6]
Rasulullah SAW bersabda:
لا تُقْبَلُ صَلاَةً بِغَيْرِ طَهُور
Tidaklah diterima ibadah shalat kecuali dalam keadaan suci.
Shalat bagi muslim adalah wajib dan fardhu ‘ain, begitu juga wudhu dan bersuci dari hadats, baik hadats besar maupun kecil. Karena tidak sah ibadah shalat seseorang melainkan ia dalam keadaan suci dari hadats, sehingga wajibnya wudhu itu dikarenakan suatu ibadah yang hendak ia kerjakan dan mewajibkan baginya suci dari hadats. Kaidah ushul fiqih mengatakan: مالا يتم الواجب الا به فهو واجب Suatu kewajiban yang tidak sempurnya kecuali denganya, maka menggunakannya menjadi wajib. Jadi hakikat wudhu adalah untuk bersuci dan mengangkat hadats. Jadi setelah kita mengetahui wajibnya berwudhu ketika kita hendak shalat dan hakikat wudhu, maka kita juga harus mengetahui bagaimana dan seperti apakah wudhu yang benar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Karena segala ibadah dalam Islam mempunyai tuntunannya, dan sesuatu hal itu dianggap ibadah apabila memenuhi dua syarat yaitu: ikhlas karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Ada Apa Dengan Wudhu Rasulullah SAW…??? Read the rest of this entry »








